AYOJAKARTA.COM - Kini Platform Pemilu.AI telah diluncurkan untuk membantu kampanye bakal calon legislatif (Bacaleg) pada Pemilu 2024.
Adapun platform kampanye politik tersebut telah menggunakan kecerdasan buatan generatif atau biasa sering dikenal Artificial Intelligence (AI).
Tujuan dibuat dan diluncurkan Platform Pemilu.AI tersebut adalah untuk membantu bacaleg untuk meraih suara pemilih.
Dikutip AyoJakarta.com melalui suara.com, disebutkan bahwa ada 84 dapil DPR RI, 301 DPRD Provinsi, dan 2.325 dapil Kabupaten/Kota, sehingga ada kemungkinan sekitaran 300 ribu caleg akan memperebutkan kursi legislatif.
"Ada 84 dapil DPR RI, 301 DPRD Provinsi, dan 2.325 dapil Kabupaten/Kota. Jadi, bisa kita bayangkan untuk pemilu 2024 akan ada lebih dari 300 ribu caleg yang akan berkompetisi," sebut Yose.
Dengan demikian harapannya, dengan menggunakan platform Pemilu.AI tersebut maka dapat mempermudah dalam mencari suara.
Baca Juga: Anies Baswedan Optimis Lampaui Target Dalam Pemilu 2024: Kita Akan Berjuang!
Selain itu, platform Pemilu.AI juga dapat membantu bacaleg untuk memahami permasalahan yang dihadapinya, baik itu terkait mengakses data dan informasi, hingga mengolah strategi kampanye nantinya.
Yose juga nantinya akan memberikan komitmen dan kerjasama kepada bacaleg untuk dapat berkompetisi dengan lebih sehat dan lebih berintegritas.
Ditambah dengan menggunakan platform Pemilu.AI maka bacaleg tidak perlu mengeluarkan banyak biaya, karena dengan menggunakan platform Pemilu.AI tersebut biaya akan lebih terjangkau.
Tentunya dalam platform Pemilu.AI sudah dimasukkan berbagai data, baik itu data demografi, data politik, data sosial ekonomi, data media online, data sosial media, sampai data harga bahan pokok pun tersedia.
Platform Pemilu.AI nantinya juga membantu bacaleg untuk memahami kompleksitas lendskap politik di Indonesia, hingga pemilu 2024 nantinya tidak akan kerap dianggap menjadi tantangan bagi para bacaleg terkait budaya dan beragamnya etnis.
Selain itu, platform Pemilu.AI juga membantu bacaleg untuk mendapatkan wilayah sasaran, target suara, rekomendasi strategi, kegiatan dan kelompok, dan rekomendasi berita online di daerah pemilihan.
Dan nantinya bacaleg juga dapat merancang kampanye mulai dari slogan, narasi pidato, caption media sosial, target sasaran iklan, dan desain aplikasi, sampai dapat memonitoring timses melalui platform Pemilu.AI.***