MATRAMAN, AYOJAKARTA.COM -- Pemain serba bisa Persija Jakarta, Tony Sucipto, mengaku sangat kehilangan setelah mendengar kabar kematian masetro campursari, Didi Kempot.
Pemain usia 34 tahun kelahiran Surabaya, Jawa Timur, ini mengaku baru mulai mengagumi Didi Kempot dan lagu-lagunya ketika video konser Didi Kempot begitu viral di medsos sekitar tahun lalu.
“Kemarin saat viral 'Cendol Dawet' (versi dari lagu Pamer Bojo) sempat mendengarkan lagu-lagu Jawa yang ternyata enak didengar," ujar Tony, Selasa (5/5/2020).
"Kepergian almarhum tentu membuat kita semua sedih karena saat ini lagu-lagu bernuansa Jawa semakin digemari. Pasti sangat kehilangan bagi sobat ambyar,” tambahnya.
Didi Kempot (53), bernama asli Dionisius Prasetyo, meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020) pukul 07.30 WIB di Rumah Sakit Kasih Ibu, Surakarta, Jawa Tengah.
Legenda campursari asal Surakarta itu punya banyak julukan di kalangan penggemarnya, antara lain Bapak Loro Ati Nasional, Bapak Patah Hati Indonesia, Lord Didi, dan yang paling santer adalah The Godfather of Broken Heart. Ini karena mayoritas lagu yang Didi Kempot bawakan bernada dan berlirik menyayat hati.
Didi Kempot adalah anak dari pelawak terkenal, mendiang Ranto Edi Gude atau lebih dikenal dengan nama Mbah Ranto. Ia juga adik kandung dari pelawak senior Srimulat, almarhum Mamiek Prakoso.