JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pencapaian Persija Jakarta berhasil melenggang ke partai puncak turnamen Piala Gubernur Jatim 2020 tidak terlepas dari strategi yang diterapkan oleh pelatih asal Brazil, Sergio Farias.
Juru taktik berusia 52 tahun tersebut selalu memainkan komposisi yang berbeda di setiap pertandingan. Farias mengintruksikan beberapa pemain menjajal lebih dari satu posisi.
Sebut saja Alfath Faathier yang telah bermain di bek kiri dan bek kanan, Tony Sucipto yang dicoba menjadi bek kiri dan gelandang bertahan serta Novri Setiawan yang tampil serba bisa di berbagai posisi.
Selain itu, Sergio Farias juga berani memainkan pemain muda. Penggawa belia Adrianus Dwiki dan Resky Fandi diberikan pengalaman untuk bermain lebih banyak bersama para seniornya. Bahkan Dwiki selalu tampil dari pertandingan pertama dengan catatan 2 kali sebagai pemain inti.
Bagi Maman Abdurrahman dan Shahar Ginanjar, keberanian Sergio Farias patut diacungi jempol. Pasalnya di turnamen pramusim memang sepatutnya memberikan jam terbang ke seluruh pemain.
“Turnamen pramusim seperti ini memang kesempatan pemain muda untuk unjuk gigi. Selain jadwal pertandingan yang padat, semua pemain harus punya kesempatan bermain yang sama,” ujar Maman Abdurrahman, Selasa (18/2/2020).
“Rotasi sangat baik dalam persiapan di kompetisi nanti. Semua pemain harus siap dan dapat bersaing di setiap posisi. Termasuk pemain muda, bila ingin berkembang harus berani menunjukan kualitasnya karena bermain di klub besar,” papar Shahar.
Persija akhirnya melaju ke babak final Piala Gubernur Jatim 2020 usai mengalahkan Madura United dengan skor 2-1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (17/2/2020) malam.