AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi di Cianjur mengakibatkan ribuan orang kehilangan harta bendanya.
Tak sedikit rumah warga yang rata dengan tanah, bahkan mengakibatkan banyak korban meninggal dunia.
Gempa Cianjur merupakan bencana yang tak terduga, bahkan hingga sekarang masih terjadi banyak gempa susulan.
Musibah ini membuat para korban mengalami kesusahan dalam segi bahan pangan bahkan sampai kebutuhan baju.
Gempa yang terjadi di Cianjur membuat pemerintah setempat bahkan para relawan serta masyarakat memberikan bantuan kepada para korban.
Bantuan tersebut berupa sandang dan pangan yaitu makanan, baju serta tenda kesehatan.
Namun baru-baru ini viral beberapa orang menghadang mobil relawan yang akan mengantarkan bantuan pokok kepada masyarakat Cianjur.
Setelah kejadian tersebut menjadi bahan perbincangan masyarakat banyak, akhirnya ketiga orang yang menghadang mobil relawan itu ditindaklanjuti Polres Cianjur.
Seperti dikutip ayojakarta.com dari Instagram @purwakartazamannow yang mengunggah ulang postingan dari @polres.cianjur.
Terkait viralnya penghadangan terhadap relawan bantuan sosial pada bencana alam gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Polres Cianjur telah mengamankan tiga orang tersangka atas nama:
1. Peri Permana, 24 Tahun merupakan karyawan swasta,
2. Rosadi alias Ujang, 30 Tahun merupkaan Buruh Harian Lepas,
3. Juhendi, 32 Tahun merupakan Buruh Harian Lepas.
Ketiga orang tersebut telah meminta maaf atas perbuatan yang mereka lakukan dan berjanji di atas materai tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
Baca Juga: Lagi! Gempa Guncang Cianjur dengan Kekuatan 3,1 Magnitudo, Simak Info Lengkapnya di Sini
Namun dari unggahan tersebut banyak komentar dari warganet yang merasa permintaan maaf mereka tidak tulus.
"Itu minta maafnya ga tulus. Masa minta maaf sambil baca teks. Kliatan banget dia ngomong sambil liat teks. Masa iya minta maaf nereleng gitu kek baca koran. Harus tidur di sel biar efek jera," tulis @ntha.devi.
Namun, ada juga yang berkomentar positif, menjelaskan bahwa mereka mau membantu namun caranya salah, seperti yang ditulis oleh akun @junipurnomo.
"Mungkin niat mereka gak jahat...mereka ingin bantuin jg.. tp cara mereka salah...jng hakimi mereka disaat skrg..cukup duka kita tuk saudara2 Cianjur .. do'a dan bantuan," tulis Juni.***