Viral

Viral! Penumpang KRL Solo-Jogja 'Ngetag' Kursi untuk Temannya, Ini yang Harus Kamu Perhatikan Saat Naik KRL

Oleh: Nabila Prajna Paramita Selasa 11 Okt 2022, 13:13 WIB
Viral! Penumpang KRL Solo-Jogja 'Ngetag' Kursi untuk Temannya, Ini yang Harus Kamu Perhatikan Saat Naik KRL

AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini, salah satu pengguna Twitter mengeluhkan kepada Commuter Line jurusan Solo-Jogja atau sebaliknya.

Ia menyayangkan kejadian yang menimpa dirinya saat naik KRL. 

Akun @icaraysha menjelaskan kronologi yang terjadi dalam KRL yang ia tumpangi saat itu.
 
Baca Juga: Viral Video Kang Dedi Mulyadi Disebut Meninggal Dunia Setelah Diracun
 
Saat itu Ica melihat ada bangku kosong di dalam KRL, ia yang membawa satu orang anak kecil berumur enam tahun langsung menduduki kursi tersebut.
 
Namun saat duduk di kursi yang ia anggap kosong, ternyata Ica dilarang menduduki oleh salah satu wanita yang duduk di dekat situ. 
 
Ia menjelaskan bahwa kursi kosong itu ternyata sudah ditandai oleh seorang wanita tersebut.
 
Baca Juga: Bukannya Minta Maaf Setelah Video Tak Senonohnya Viral, Pamungkas Malah Posting Hal Ini!
 
Ia menandai kursi tersebut dengan tas belanjaannya. Kursi itu nantinya akan diduduki oleh teman-temannya. 
 
Pengguna Twitter lainnya lantas menyarankan Ica untuk menegur langsung wanita tersebut atau melaporkan kepada petugas. 
 
Ica yang sudah berusaha untuk menegur hanya dianggap lalu oleh penumpang wanita itu. 
 
Baca Juga: Viral! Amankan Tempat Duduk di KRL untuk Temannya yang Akan Naik, Penumpang Ini Tuai Cibiran Warganet
 
"Udh ditegur mas tapi dia tetep staycool aja, malahan pas temennya dateng 2org langsung berbisik2 abis itu liatin kearah saya," tulis Ica.  
 
Salah satu pengguna krl jabodetabek juga turut berkomentar dengan tweet tersebut. 
 
"Ga boleh, di Jakarta yg begini udah dihantem orang," tulis @wahyuutomos.
 
Baca Juga: Potret Lawas Ferdy Sambo Viral, Gagah dan Senyum Manisnya yang Rupanya Bikin Putri Candrawathi Kepincut
 
Hingga hari ini tweet tersebut mendapat banyak respon dari para pengguna krl yang ikut geram dengan kejadian tersebut. Kutipan dan reetwet tembus hingga 10 ribu sedangkan 'suka' nya sudah melebihi 50 ribu. 
 
Dari kejadian, kita sebagai pengguna bisa belajar menggunakan transportasi publik yang lebih baik, dengan cara:
 
1. Tidak duduk dikursi prioritas, kursi prioritas dirancang untuk para pengguna prioritas seperti wanita hamil, ibu bawa anak kecil, orang tua hingga disalititas. Jadi orang-orang yang tidak masuk dalam kategori itu sebenarnya tidak diperbolehkan menggunakan kursi prioritas saat ramai.
 
Baca Juga: Viral Paketan Bergerak Sendiri, Jatuh dari Meja Terus Sembunyi di Kolong : Jam Weker atau Mainan Dewasa Tuh!
 
2. Tidak menandai kursi untuk siapapun. Pengguna transportasi publik adalah milik publik, kita tidak diperkenankan untuk menandai kursi yang diakan diduduki oleh teman, sanak saudara dan keluarga. Dalam menggunakan transportasi publik krl, para penumpang tidak mendapatkan nomer duduk yang pasti. Sehingga tempat duduk yang ditempati merupakan tempat duduk dari hasil 'cepat-cepatan' penumpang.
 
3. Memberikan kursi kepada yang membutuhkan. Walaupun bukan duduk dikursi prioritas, kita sebagai manusia pasti memiliki empati terhadap sesama. Ketika kita melihat orang tua, anak kecil, orang sakit atau orang yang saat itu membutuhkan tempat duduk, kita diharapkan memiliki inisiatif untuk bangun dan memberikan kursi tersebut kepada yang membutuhkan tanpa perlu disuruh.
 
Baca Juga: Viral Paketan Bergerak Sendiri, Jatuh dari Meja Terus Sembunyi di Kolong : Jam Weker atau Mainan Dewasa Tuh!
 
4.  Dilarang berbicara dengan keras. Kerap kali jika kita asik mengobrol dengan teman atau keluarga sampai lupa dengan orang sekeliling.
 
5. Tidak makan dan minum di dalam krl. Banyak yang mengabaikan anjuran ini, padahal disetiap jendela kereta sudah ditempelkan anjuran tersebut. Larangan makan dan minum ini dikhawatirkan jatuh di lantai atau tempat duduk serta wangi makanan yang mengeluarkan bau. Hal tersebut dapat menganggu kenyamanan bagi para pengguna transportasi publik lainnya.***
Reporter Nabila Prajna Paramita
Editor Desi Kris