AYOJAKARTA.COM - Video viral menunjukkan seorang bocah laki-laki berusia lima tahun mengigau soal Presiden Jokowi.
Bocah lima tahun bernama Aku Aksara Bumi itu mengalami demam tinggi karena menderita demam berdarah dengue atau DBD.
Aku Aksara Bumi mengigau bahwa Presiden Jokowi akan diampuni dosanya.
Seperti dilansir AyoJakarta.com dari sura.com dengan judul "Demam Akibat DBD, Anak Usia 5 Tahun Ini Ngigau Jokowi Bakal Diampuni Dosanya".
Kisah ini dibagikan oleh orangtua Aku Aksara Bumi yakni Dede Nurhayati melalui instagram pribadinya, di tengah kekhawatiran sang anak yang sakit, ia berkelakar dan menduga anak pertamanya ini ingin bertemu orang nomor satu Indonesia itu.
"Pak anak saya demam ngelindur ngomongin bapak. Kayaknya mau ketemu deh pak," ungkap @dedenurhyt seraya me-mention akun instagram Jokowi, dikutip suara.com, Selasa (3/9/2022).
Baca Juga: Viral Video Kesurupan Massal di Pabrik di Purbalingga, Karyawan Histeris dan Bertumbangan
Tak main-main Aku sudah dirawat di rumah sakit selama 3 hari karena DBD, dan menurut Dede ada saja igauan anak lelakinya itu karena suhu demamnya mencapai lebih dari 40 derajat celcius.
Dalam video yang dibagikan Dede, terdengar Aku meracau tentang manusia yang sakit dosanya akan dihapuskan sang pencipta, termasuk Presiden Jokowi.
"Pak Jokowi dihapus dosa-dosanya juga. Soalnya umurnya sudah 105 (tahun)," racau Aku sambil berbaring dalam video tersebut.
Bahkan menurut Dede, tidak hanya Jokowi, anaknya juga sempat menyebut nama salah satu tokoh remaja Citayam Fashion Week, Bonge.
"Abis Pak Jokowi, Bonge disebut," ungkap Dede saat dikonfirmasi suara.com.
Sebelumnya kata Dede, Aku juga sempat melindur seperti ia sedang memetik stroberi.
Dalam video yang dibagikan Dede, racauan itu dibarengi dengan gerakannya bangun dari tempat tidur rumah sakit, dan memperagakan seolah ia sedang memetik stroberi di pohon.
Sementara itu, mengutip NHS meracau atau berhalusi atau meracau pada anak saat demam kerap terjadi saat demam lebih dari 38 derajat celcius.
Orangtua disarankan tetap tenang dan tidak panik, agar bisa menenangkan dan meyakinkan anak. Disarankan juga untuk memberi anak banyak cairan, parasetamol atau ibuprofen. Tapi umumnya halusinasi ini hanya akan terjadi dalam hitungan menit.***