AYOJAKARTA.COM -- Viral sebuah usaha yang tak biasa di kalangan media sosial.
Pasalnya, sebuah akun di media sosial menawarkan jasa screenshot iPhone.
Ya, sesuai namanya, jasa ini bekerja hanya menangkap layar melalui perangkat iPhone.
Baca Juga: Fakta Sebenarnya Agama Agnez Mo Sekarang, Benarkah Mualaf? Ini Buktinya
Bukan hanya satu perangkat, jasa screenshot iPhone ini menawarkan berbagai jenis iPhone.
Para penjual jasa kerap menggunakan iPhone XS, iPhone 7 dan iPhone 13 sebagai alat kerjanya.
Tak hanya membuka jasa screenshot iPhone, penjual juga menawarkan jasa untuk membuat cuitan, screen recording, tangkapan layar di media sosial, dan custom chat dengan kisaran harga yang beragam.
Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini Rabu 24 Agustus 2022: Pagi Hari Rata-rata Langit Ibu Kota Alami Cuaca Berawan
Salah satu penjual jasa ini adalah akun Twitter @slsbltsls. “Menerima jasa screenshot iPhone juga ni,” cuit akun tersebut dengan menyisipkan daftar harganya, demikian seperti yang diberitakan AyoTekno.id dalam artikel "Jasa Screenshot iPhone Viral, Harus Tetap Hati-Hati".
Dia menawarkan layanannya mulai dari harga Rp500 untuk pembuatan tweet, screenshot berbagai media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan lain-lain.
Sementara itu untuk screen record dihargai Rp1.500 per 30 detik dan custom chat dihargai Rp1.000 per halaman.
Baca Juga: Benarkah Agnes Monica Hijrah dan Telah Mualaf ? Pelantun Matahariku Ini Beri Jawaban Bijak
Dia menambahkan, pembelinya bisa memilih antara mode gelap ataupun terang. Di akhir dia menambahkan data pembayaran.
Dalam beberapa cuitan lama, ternyata tawaran jasa semacam ini sudah banyak ditawarkan sejak tahun 2021. Namun tidak diketahui secara pasti kapan tren ini dimulai.
Motif dan tujuan dari penawaran jasa ini sangat sederhana, hanya agar pelanggan bisa seakan-akan menggunakan iPhone ketika ia mengunggah sesuatu. Meski pada kenyataannya, unggahan tersebut diambil menggunakan perangkat pemilik jasa.
Tren ini mendapat banyak tanggapan berbeda dari netizen. Ada yang merasa heran, terinspirasi, bahkan tak sedikit netizen yang merasa mereka yang memakai jasa ini hanya mementingkan gengsi semata.
Baca Juga: Benarkah Mie Gacoan Tidak Halal? Ternyata Hal Ini yang Jadi Penyebab MUI
Perlu digarisbawahi, para pengguna jasa harus tetap berhati-hati dengan kebocoran data pribadi. Apalagi untuk dapat menggunakan jasa ini, penjual akan meminta hal penting seperti username dan password untuk masuk ke akun pembelinya.
Meski beberapa penjual jasa mengatakan, mereka akan menghapus aktivitas login dari perangkatnya setelah melakukan tugasnya, hal ini belum bisa menjamin keamanan data yang diberikan.
Hal terburuk yang bisa terjadi adalah kekhawatiran bila pihak-pihak tertentu menggunakan akun yang didapatnya untuk melakukan sesuatu yang buruk.*** (Annisa Sucinurani/AyoTekno.id)