AYOJAKARTA.COM -- Gus Baha mengingatkan seluruh masyarakat untuk memperhatikan tata krama sosial, terlepas apapun jabatan dalam strata sosial.
Lebih detail ia menegaskan walaupun seseorang telah dimuliakan dengan panggilan 'Gus', namun tutur katanya yang tidak baik tetap akan melukai hati publik.
Pria yang memiliki nama lengkap KH Ahmad Bahauddin Nursalim itu menjelaskan karena ketika melanggar, maka masyarakat akan pergi dari kehidupan pelanggar tata krama sosial tersebut. Masyarakat juga tidak akan melakukan kegiatan sosial dengannya lagi.
Hal itu disampaikan Gus Baha ketika mengisi kegiatan diskusi bertajuk Memahami Al-Qur'an dengan meneladani Rasulullah di Universitas IsIam Indonesia (UII) Yogyakarta.
"Inilah betapa pentingnya tata krama sosial. Rasulullah yang di-backup se-alam raya saja, tapi sekali melanggar tata krama sosial tetap saja orang akan bubar/pergi," papar Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.
Menurut Gus Baha, hukum sosial tidak pernah mengikat hanya pada satu kelompok atau orang saja, melainkan melibatkan semuanya. Bahkan kekasih-kekasih Allah, para Nabi juga dinasihati untuk memperhatikan hal sosial agar tidak salah dipahami.
"Ibnu Khaldun pernah berkata dan ini saya pegang. Nabi sebagai Nabi itu tetap terkena hukum sosial, meskipun memiliki mukjizat seperti apapun ketika ketemu orang harus santun, ketemu anak kecil harus sayang, ketemu orang tua harus hormat," tutur Gus Baha.
Dikatakan Gus Baha, bahkan seandainya para nabi bisa terbang pun, ketika ada pelanggaran sosial, maka tetap akan dijauhi oleh masyarakat atau jamaahnya. Oleh karenanya, Nabi Muhammad sangat menjaga akhlaknya.
"Andai Nabi bisa terbang ke langit pun (mi'raj), tapi ketemu anak kecil suka nampar, ketemu sama orang tua lalu meludahi, tetap saja tidak diterima oleh masyarakat," lanjutnya.
Misal lain, kata Gus Baha, ketika seseorang memuliakan tokoh, lalu tokoh tersebut mengucapkan hal kotor kepada pecintanya, maka ia pun akan ditinggalkan.
Baca Juga: SAH! Mulai 1 Januari 2025, Guru Madrasah Non ASN Dapat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Karena Rasulullah saja yang bisa mengendalikan alam raya masih terkena aturan sosial. Begitulah hukum sosial berjalan dan biarkan saja.
"Kalian memuliakan saya dengan panggilan Gus, kalau dikatain dengan ucapan kotor oleh saya, maka tetap saja tidak terima dan menyalahkan," pungkas Gus Baha.
Tidak diketahui pasti apakah ungkapan Gus Baha itu merupakan sindiran untuk Gus Miftah yang saat ini sedang viral.
Sebagaimana diketahui, Gus Miftah menjadi bahan berita senasional sebab telah mengucapkan kata 'goblok' kepada penjual es teh bernama Sunhaji.
Akibat tindakannya viral, Gus Miftah pun telah menyatakan diri mundur sebagai Utusan Khusus Presiden.