Viral

Sudah Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden, MUI Ingatkan Publik Jangan Tiru Kelakukan Gus Miftah

Oleh: Admin Jumat 06 Des 2024, 18:18 WIB
Pendakwah yang akrab dengan sebutan Gus Miftah itu viral akibat ulahnya dan kini telah mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden.

AYOJAKARTA.COM -- Polah kontroversial Miftah Maulana Habiburrahman masih terus jadi topik viral hingga saat ini, sekalipun dirinya telah mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden.

Pendakwah yang akrab dengan sebutan Gus Miftah itu viral sebab dalam sebuah video ia menyebut pedagang es dengan kata-kata goblok.

Momen tersebut terjadi saat Gus Miftah menjadi penceramah dalam acara Magelang Bersholawat.

Gus Miftah yang sebelumnya menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu menyampaikan kata 'goblok' kepada tukang es teh yang sedang menjajakan jualannya itu kepada para jamaah.

Menanggapi itu, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis menyayangkan apa yang telah dikatakan oleh Gus Miftah tersebut.

Baca Juga: Apakah Dana KJP Plus Hangus Jika Tidak Digunakan? Begini Penjelasannya!

"Orang jualan teh itu sedang mencari rezeki dengan kasab yang halal. Tentu sesuai dengan kapasitas masing-masing orang mencari rezeki," ucap Kiai Cholil dikutip dari MUIDigital.

Kiai Cholil berpesan, tindakan yang dilakukan oleh Gus Miftah tersebut tidak ditiru oleh siapapun, termasuk para ustadz yang sedang menyampaikan ceramah di atas panggung.

"Yang kaya gitu jangan ditiru ya dek. Goblok-goblokin orang jualan itu tanda tak belajar etika. Apalagi di depan umum saat pengajian," tegas Kiai Cholil.

Kiai Cholil menjelaskan, meskipun itu dilakukan sambil ketawa dan mungkin becanda, ucapan yang dilakukan Gus Miftah tersebut tetap tidak baik.

Baca Juga: 3 Nama dengan Unsur 'Gus' Terlibat Kasus Viral di Akhir Tahun 2024

Apalagi, hal itu disampaikan di depan publik oleh seorang pendakwah yang juga pejabat publik. Menurutnya, perlu kematangan diri seorang pendakwah dalam menanggapi sesuatu, sehingga tidak kontra produktif.

"Orang-orang berharap kepada penceramah apalagi merangkap penjabat untuk mendapatkan keteladanan. Itu tukang jual sedang berkasab mencari rezeki yang halal sesuai kemampuannya. Yang seperti itu jangan ditiru ya dek ... astagfirullah," tutupnya.

Reporter Admin
Editor Aris Abdulsalam