AYOJAKARTA.COM - Sosok ahli gizi dr Tan Shot Yen saat ini tengah menjadi sorotan setelah melakukan audiensi di depan anggota Komisi XI DPR RI.
Komisi XI DPR RI diketahui melakukan audiensi dengan dengan GKIA, CISDI dan JPPI terkait program makan bergizi gratis (MBG).
Potongan video dari kritikannya untuk program makan bergizi gratis pada Senin, 22 September 2025 viral di media sosial.
Dalam pernyataannya iya heran dengan menu program MBG yang penuh dengan makanan berbahan dasar gandum yang tidak tumbuh di Indonesia seperti Burger.
"alokasi makanan lokal sebanyak 80% di menu MBDG di seluruh wilayah yah, saya pengen anak Papua bisa makan ikan kuah asam, saya pengen anak Sulawesi makan ikan kapurung tapi yang terjadi dari Lhoknga (Aceh) tengah sampai Papu yang dibagi adalah Burger...," kritiknya
"Anak muda enggak pernah tahu bahwa gandum tidak pernah tumbuh di bumi Indonesia," lanjutnya.
Tan Shot Yen pun menyinggung soal meni yang tidak sehat dengan alasan anak tidak terbiasa makanan lokal.
"kalau anak request cilok, mati kita," tegasnya.
Berbagai respons pun terlihat dari warganet yang setuju dengan pernyataan sang ahli gizi tersebut.
Baca Juga: Resmi Rilis 30 September di Indonesia, Spesifikasi Xiaomi 15T Series dan Bocoran Harga!
"Betul. Tercatat selama 2 minggu mbg sudah 5 kali menu makan di sekolah anak saya itu malah makanan kurang sehat. Burger, mie ayam, sosis polosan, bahkan terakhir ini snack. Jadi tujuannya untuk menurunkan risiko kelaparan atau memenuhi gizi anak2? Kasih aja indomie kalau gitu!," ujar akun @tamu*** dikutip ayojakarta.com dalam postingan akun x @Indopopbase.
Sebagai informasi program MBG kini tengah kembali menjadi sorotan setelah terjadi kejadian luar biasa (KLB) di Kecamatan Cibongkor Kabupaten Bandung Barat bahkan korban saat ini lebih dari 800 murid.***