AYOJAKARTA.COM - Pilu, video dari korban dari bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di daerah Desa Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang ambruk viral di media sosial.
Bangunan ponpes Al Khoziny diketahui ambruk pada hari Senin,29 September 2025 tepatnya pukul 15.00 WIB sore ketika salat Ashar berjamaah.
Bagian bangunan yang ambruk ialah tempai ibadah atau musala yang sedang dalam proses pengecoran.
Lantas seperti apa fakta dari kasus ambruknya Ponpes Al Khoziny?
1. Tetap ada aktivitas
Walaupun sedang dalam tahap pengecoran, namun bangunan tetap dipakai untuk beraktivitas.
Hal ini dinilai sebagai tindakan yang fatal.
2. Musala Tidak Memiliki Izin Bangunan
Pembangunan musala yang dilakukan diduga tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB)
3. Penyebab Ambruk
Salah satu penyebab ambruknya bangunan tersebut diduha karena tidak memperhitungkan beban tambahan setelah adanya penambahan lantai.
Awalnya pembangunan ini hanya direncanakan untuk 1 lantai, namun pengurus ponpes diduga memperluas bangunan tanpa perhitungan teknis.
Baca Juga: Review Samsung Galaxy S25 FE: HP Flagship Paling Aman, Lengkap, dan Terjangkau
4. Kontraktor dan Pengurus Ponpes
Kontraktor dan pengurus ponpes yang bertanggung jawab atas insiden ambruk ini
5. Jumlah Korban
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, jumlah korban mencapai 90 orang lebih.
3 diantaranya harus meninggal dunia sedangkan 26 santri dirawat inap.
6. Biaya Medis
Biaya medis korban diketahui akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten/ Provinsi Jawa Timur.
7. Viral Video Evakuasi Yusuf dan Haikal
Salah satu video yang ramai menjadi perbincangan ialah kala Tim SAR melakukan evakuasi untuk santri Yusuf dan Haikal.
Dalam video tersebut terlihat Tim SAR yang mencoba terus berkomunikasi dengan korban, agar korban selalu sadar, menilai kondisi hingga menhaga psikologis korban.***