Viral

Geram Status Bencana Nasional Dibahas Terus, Seskab Teddy: Rp60 Triliun dari Dana Pusat

Oleh: Jinan Vania Barizky Minggu 21 Des 2025, 15:27 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (Sumber: Instagram @mayorteddy_)

AYOJAKARTA.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya kini sedang jadi sorotan, usai ucapannya di konferensi pers yang dilakukan di Lanud Halim Perdana Kusuma pada Jumat, 19 Desember 2025 lalu.

Video pernyataannya kala menanggapi bencana banjir-longsor Pulau Sumatera pun viral.

Terlebih setelah dirinya menyebutkan ada pihak-pihak yang menginginkan status bencana nasional yang menurut Teddy pemerintah pusat telah mengerahkan penanganan dengan skala nasional.

Baca Juga: BRI Kerahkan Relawan Tanggap Bencana, Distribusi Bantuan Menjangkau Aceh Hingga Sumut

"Masih ada pihak-pihak yang terus saja membahas status bencana nasional," ujar Teddy dikutip ayojakarta.com dari YouTube KompasTV.

Lebih lanjut, Teddy menyebutkan bahwa 50.000 Pasukan TNI, Polri, Basarnas dan relawan sudah dikerahkan sejak tanggal 26 November 2025.

Teddy pun secara tegas menyebutkan pemerintah telah menggelontorkan dana Rp60 triliun untuk bencana Sumatera.

"Katanya kalau tidak Bencana Nasional anggaran tidan dari pusat? Bapak Presiden sudah jawab dari awal. Semuanya akan menggunakan dana pusat," pungkasnya.

Ia pun menyebutkan bahwa dana Rp60 triliun tersebut sudah dikeluarkan secara berangsur untuk membangun kembali rumah sementara, rumah hunian tetap, fasilitas semuanya, Gedung DPRD hingga Kecamatan.

Pernyataan ini pun menepis kabar bahwa jika tidak ada status bencana nasional maka tidak ada bantuan dari dana pusat.

Baca Juga: Kementerian Kebudayaan: Sastra adalah Ingatan Kolektif Bangsa — MaxNovel Award 2025 Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia

Akhir kata Teddy mengimbau agar masyarakat dapat mendukung pemerintah dalam proses pemulihan daerah.

Jumlah Korban Bencana Banjir-Longsor Sumatera

Menurut data BNPB, jumlah total korban jiwa per 20 Desember 2025 berada di angka 1.090 jiwa dan terbanyak berasal dari wilayah Aceh yakni 472 orang.

186 orang masih dilaporkan hilang hingga saat ini.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky