AYOJAKARTA.COM - Viral di media sosial aksi dari pria mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlihat joget hingga pamer pendapatan harian Rp6 juta per hari.
Kekinian, pria tersebut diketahui menyampaikan permohonan maaf hingga menyebutkan bahwa SPPG Pagauban Mulay resmi ditutup.
"Mohon Maf sebesar besar ya kepada rakyat Indonesia yg sudah merasa terganggu atas kesalahan sayah dan sy mohon Maf kepada Bapak presiden dan BGN atas terjadi ya hura hara brapa hari ini ke depan ya akan menjadi pelajar bagi sy untuk bersosial media dan untuk sppg pagauban mulay hari ini dan seterusnya ya sppg pagauban di tutup terimaksih," tulisnya di akun miliknya TikTok @mitrapangaubanbatujajar dikutip ayojakarta.com pada Rabu, 25 Maret 2026.
Baca Juga: Soal Skema WFH 1 Hari Tiap Pekan, Mendagri Tito Karnavian: Tunggu Laporan ke Presiden Prabowo Dahulu
Sebagai informasi, pria tersebut merupakan mita MBG asal Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan memiliki nama Hendrik Irawan.
Dalam video permohonan maaf tersebut, Hendrik menyebutkan bahwa ia tidak memiliki tujuan melecehkan program Presiden Prabowo Subianto.
"Saya tidak ada tujuan melecehkan program Bapak Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Mengenai pendapatan Rp6 juta per hari, Hendrik meneybutkan bahwa dana tersebut merupakan insentif yang diberikan oleh pemerintah kepada dapur SPPG bukan merupakan jatah biaya MBG buat anak- anak.
Baca Juga: Catat! Informasi Misa Pekan Suci 2026 di Gereja Katedral Jakarta
Respons Badan Gizi Nasional (BGN)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana ddiketahui sudah menegur Hendrik Irawan.
Dadan pun meminta Hendrik untuk segera meminta maaf kepada publik. ***