Viral

Kontroversi Baby Andrew di Marapthon, Owner Brand Skincare Anak Buka Suara Usai Dihujani Kritik

Oleh: Katarina Erlita Minggu 29 Mar 2026, 18:26 WIB
Baby Andrew, Anak Erika Carlina Jadi Bintang Tamu di Acara Streaming Marapthon. (Sumber: Instagram.com/@weareaaaclan)

AYOJAKARTA.COM - Kehadiran Baby Andrew, anak dari selebritas Erika Carlina, dalam program live streaming Marapthon memicu gelombang kritik dari warganet.

Acara yang digagas oleh Reza Arap tersebut dinilai tidak ramah anak karena memuat konten dengan nuansa dewasa.

Marapthon sendiri merupakan program live streaming maraton atau subathon yang tayang 24 jam nonstop di YouTube sejak akhir 2024.

Format ini menampilkan aktivitas sehari-hari para kreator yang tergabung dalam komunitas AAA Clan selama lebih dari 100 hari.

Baby Andrew Disorot karena Hadir di Konten Dewasa

Kontroversi bermula ketika Baby Andrew terlihat hadir dalam acara Marapthon pada, Kamis, 26 Maret 2026.

Banyak netizen menilai kehadiran anak kecil di lingkungan dengan konten dewasa tidak pantas yang lekat dengan acara Marapthon. Beberapa hal yang menjadi sorotan publik, antara lain:

  • Adanya aktivitas pesta dengan nuansa kelab malam
  • Munculnya rokok dan minuman yang diduga alkohol
  • Percakapan yang dianggap tidak sesuai untuk anak-anak
  • Format siaran langsung tanpa filter selama 24 jam

Kritik semakin meluas ketika video Erika Carlina berjoget di acara tersebut viral di media sosial.

Warganet juga menyinggung pergaulan para influencer lain seperti Fuji An yang berada dalam lingkaran pertemanan yang sama.

Brand Skincare Anak Ikut Terseret

Dalam acara tersebut, baby Andrew dimandikan menggunakan produk Moel serta menggunakan skincare anak.

Kedatangan anak Erika Carlina benar-benar menarik perhatian publik, bahkan jumlah viewers saat itu mencapai lebih dari 800 ribu.

Alhasil, brand skincare anak Moell juga ikut menjadi sasaran kritik. Netizen menilai brand tersebut melakukan endorsement terhadap Baby Andrew dalam acara yang dianggap tidak layak untuk anak.

Menanggapi hal ini, owner Moell, Uung Victoria Finky, akhirnya memberikan klarifikasi melalui media sosial Threads. Ia menegaskan bahwa Moell bukan sponsor resmi Marapthon.

"Ibu-ibu makasih banyak yang uda tag aku, aku baca 1-1 masukan dari kalian dan aku minta maaf kalo banyak hal yang luput dari kacamata kita. Moell tidak mensponsori acara marapthon, moell terikat dengan Andrew dengan tujuan utama yang sesungguhnya adalah program sosial moell bulan depan di kangean-madura," tulis akun resmi @uungvf.

"Kami pun sudah membuat banyak aturan dan larangan selama Andrew dan moell inframe termasuk steril ruangan, no rokok, dll. Tapi ternyata lewat masukan-masukan dari ibu-ibu semua kita sadar banyak hal yang luput," sambungnya lagi.

Meski demikian, Uung mengakui masih ada hal yang luput dari pengawasan dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

Marapthon dan Konten yang Menuai Perdebatan

Program Marapthon: The Last Tale dijadwalkan berakhir pada 20 Mei 2026, tepat di hari ke-102 penayangan.

Acara ini menghadirkan berbagai aktivitas spontan, mulai dari prank hingga pesta bersama.

Namun, konsep siaran tanpa henti ini memunculkan perdebatan soal batasan konten.

Sebagian warganet menilai tayangan tersebut mencerminkan gaya hidup malam yang berpotensi memengaruhi generasi muda.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi kreator dan brand untuk lebih selektif dalam menampilkan konten, terutama jika melibatkan anak-anak.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita