Viral

Skandal Akun Kaskus Fufufafa Makin Jadi Huru-Hara, Pakar Hukum Tata Negara: Gibran Sudah Lakukan Perbuatan Tercela!

Oleh: Dyah Arum Ratri Selasa 01 Okt 2024, 21:00 WIB
Menanggapi polemik tersebut, dosen sekaligus pakar hukum tata negara yakni Refly Harun turut memberikan komentar.

AYOJAKARTA.COM – Publik terus gencar menguak teka-teki akun Kaskus Fufufafa yang ramai disebutkan milik Gibran Rakabuming Raka.

Bahkan publik menemukan bukti baru dari nomor handphone Gibran yang terdaftar di berbagai aplikasi E-Wallet.

Banyak netizen yang mencoba transfer Gopay ke nomor HP Fufufafa dan ternyata muncul nama Gibran Rakabuming Raka.

Namun usai bukti tersebut kembali viral, nomor HP Fufufafa tersebut berubah nama dari Gibran menjadi Slamet.

Sontak saja, hal tersebut justru membuat masyarakat semakin yakin bahwa ada upaya penghilangan bukti jika Gibran adalah pemilik akun Kaskus Fufufafa.

Menanggapi polemik tersebut, dosen sekaligus pakar hukum tata negara yakni Refly Harun turut memberikan komentar.

Dikutip dari tayangan Youtube REFLY HARUS BEST STATEMENT pada (1/10/24), Refly dengan tegas mengatakan jika perbuatan Gibran sudah masuk kategori tercela.

“Jadi gini saudara-saudara sekalian ya, perbuatan tercela itu akan baru kalau ada upaya dari Gibran untuk mengganti namanya ke Slamet, itu perbuatan tercela,” ujar Refly.

Baca Juga: Hanya yang Punya Mata Tajam dan Jeli yang Bisa Menemukan Domba pada Gambar Ini

“Akan ada perbuatan tercela yang baru kalau Gibran menyuruh hapus-hapus akun itu, itu perbuatan tercela yang baru,” imbuhnya.

Lebih lanjut Refly Harun juga mengatakan, “Akan ada perbuatan tercela baru kalau Gibran tidak mengakui dan kemudian tidak menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia, jadi apalagi ya.”

Pakar Hukum Tata Negara tersebut juga tidak setuju dengan ucapan Prof. Jimly Asshiddiqie yang menyebut jika polemik Fufufafa bukanlah masalah melainkan upaya memecah belah Gibran dan Prabowo.

“Nah dalam kaitan ini saya berani tantang Anda (Prof. Jimly) kalau Anda mengatakan ini bukan masalah,” terang Refly.

“Ini mohon maaf dalam hal Gibran saya tidak setuju kalau dia mengatakan bahwa ini upaya untuk mengadu domba antara Prabowo-Gibran dan ini perbuatan masa lalu,” lanjutnya.

Menurut Refly Harun perbuatan tercela Gibran tersebut bukan hanya di masa lalu namun juga ada yang di masa sekarang.

“Enggak, ini perbuatannya ada yang masa sekarang, yang baru terjadi satu dua hari ini ya tadi mengganti Gibran jadi Slamet kemudian berusaha menghapus-hapus tadi, itu perbuatan yang baru sekali, kemudian ada upaya untuk melokalisir masalah ini dan lain sebagainya,” beber Refly Harun.

“Ada upaya untuk menggunakan institusi negara agar melindungi ini, itu perbuatan baru semua bukan perbuatan lama dan itu perbuatan tercela,, membohongi jutaan rakyat Indonesia,” tambahnya.

Refly Harun juga menyinggung jika Gibran mau mengakui dan minta maaf mungkin keadaannya bisa lebih baik namun ia juga meragukan apakah masyarakat Indonesia bisa memaafkan.

“Maka kalau dia minta maaf mengaku akun dia ketika dia 10 tahun yang lalu 5 tahun yang lalu masih galau dan sebagainya itu mungkin jauh lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga: Cara Mudah Memblokir Panggilan WA Tak Dikenal secara Otomatis Tanpa Bantuan Aplikasi Lain

Lebih lanjut, “Tapi gak tahu juga apakah kemudian rakyat memaafkannya atau tidak, jadi itu soalnya, jadi jangan disederhanakan seolah-olah nothing happens ya, gak ada masalah, gak, saya tidak setuju kalau dikatakan ini upaya untuk memecah belah,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Refly Harun juga mengkhawatirkan bagaimana kondisi Indonesia jika pemimpin nomor 2 adalah orang bermasalah.

“Ini justru bukan karakter orang nomor 2 di RI, bayangkan kalau kita dipimpin suatu saat something happens to Prabowo dan harus dipimpin Gibran Rakabuming Raka orang yang bermasalah, bayangkan,” kata Refly Harun.

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Aris Abdulsalam