AYOJAKARTA.COM – Pengacara Saka Tatal, Titin Prialianti akhirnya mengantongi bukti baru terkait dengan kasus kematian Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky Rudiana pada 2016 silam.
Titin Prialianti mendapatkan bukti baru tersebut dari HP milik Nazrudin, saksi baru yang mengaku punya bukti foto kasus Vina Cirebon.
Nazrudin mengklaim pernah mengambil foto yang terjadi pada 27 Agustus 2016 di Jembatan Talun.
Dikabarkan, dokumentasi pasca Vina dan Eky tewas di TKP pada delapan tahun lalu tersimpan di HP miliknya.
Untuk membuktikan hal tersebut, tentu HP milik Nazrudin harus diekstraksi oleh ahli.
“Sesuai janji Pak Nazrudin, dia akan menyerahkan handphonenya apabila memang sudah ditemukan di Cianjur. Alhamdulillah handphonenya sudah ditemukan,” kata Titin dikutip dari kanal YouTube Kompas TV Gorontalo pada Selasa (17/9/2024).
Titin menjelaskan setelah menerima HP milik Nazrudin, ia segera berkoordinasi dengan tim Peradi.
Baca Juga: Kabar Baru Peralihan Pos Indonesia ke Kartu KKS PKH Juli-Agustus 2024, Begini Statusnya di SIKS-NG
Ia juga berujar kemungkinan dirinya akan bertemu Peradi untuk menyerahkan barang tersebut untuk dilakukan ekstraksi.
Akan tetapi, Titin mengaku masih belum tahu apakah gawai tersebut masih bisa diekstraksi atau tidak.
Mengingat kejadian tewasnya Vina dan Eky sudah terjadi begitu lama dan ponsel tersebut tidak pernah digunakan.
Pihaknya akan menyerahkan HP tersebut kepada ahli untuk dilakukan ekstraksi guna mendapatkan dokumentasi tersebut.
Baca Juga: Heboh Polemik Akun Fufufafa Diduga Milik Gibran Rakabuming, Sekjen PDIP Beri Respons Menohok
“Tetapi apakah nanti bisa diekstraksi lagi kemudian masih tergambar disitu kan prosesnya juga tetap kita serahkan kepada ahlinya. Mudah-mudahan bisa dibuka dan mudah-mudahan tidak rusak karena yang dulu itu memang sama sekali tidak bisa digunakan, tidak ada fotonya,” jelasnya.
Titin berharap HP milik Nazrudin masih bisa diekstraksi dan dokumentasi kasus Vina Cirebon masih bisa didapatkan.
Terlebih, Titin menilai gawai milik Nazrudin memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan yang dulu.
“Tapi mudah-mudahan karena ini lebih bagus kameranya ketimbang yang dulu mudah-mudahan ini masih menyimpan memori-memori foto yang dibuat di tanggal 27 Agustus 2016 pada saat peristiwa kecelakaan,” tutupnya.