Viral

Dua Narasumber Diskusi Nyaris Terlibat Aksi Baku Hantam, Terlalu Ngotot Membahas Isu Pilkada 2024

Oleh: Karseno AJ Rabu 04 Sep 2024, 12:57 WIB
Silfester Matutina terekam dalam siaran langsung saat terbawa emosi dan mencaci maki Rocky Gerung.

AYOJAKARTA.COM – Menjelang perhelatan Pilkada 2024, diskusi terbuka mengenai tatanan demokrasi menjadi salah satu cara bagi stasiun televisi dalam proses edukasi.

Menelaah berbagai aspek dan variabel secara lebih terperinci, diskusi terbuka menyangkut Pilkada 2024 kerap menghadirkan sejumlah narasumber untuk memberikan proyeksi.

Menjadi salah satu isu paling hangat di ajang Pilkada 2024, wacana adanya intervensi atau cawe-cawe dari Penguasa diangkat menjadi sebuah program tayangan acara.

Dalam tayangan acara bertajuk Rakyat Bersuara di salah sebuah stasiun televisi, tema cawe-cawe tersebut kemudian diangkat menjadi materi acara diskusi.

Memposisikan diri sebagai seorang Akademisi, sosok Rocky Gerung menyampaikan sejumlah pandangan terkait adanya potensi cawe-cawe dalam ajang Pilkada 2024.

Melalui pendekatan filosofis yang merupakan karakteristik akademik, Rocky menilai potensi cawe-cawe dalam sebuah pemerintahan sangat mungkin dilakukan.

Baca Juga: 6 Tanda yang Jadi Alasan Toxic People Sangat Berbahaya dan Mengancam Kesehatan Jiwa Orang di Sekitarnya

Dengan menggunakan berbagai instrumen baik politik, sosial maupun ekonomi, setiap penguasa menurut Rocky memiliki potensi untuk melakukan intervensi.

Pandangan Rocky tersebut, menurut Silfester Matutina selaku Ketua Umum Solidaritas Merah Putih atau Solmet bukan merupakan gambaran pemerintahan Jokowi.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo, menurut Silfester memberikan ruang aman bagi publik untuk melakukan kritik yang konstruktif.

Selama menjabat sebagai Presiden, Silfester menilai pemerintahan Jokowi sudah berupaya secara maksimal untuk bisa merealisasikan amanat konstitusi.

Baca Juga: Dijamin Anti Miskin! Top 5 Universitas Terbaik di Indonesia dengan Lulusan Terbanyak Kerja di BUMN

Sehingga setiap permasalahan yang menyangkut aspek hukum atau melanggar ketentuan, menurut Silfester bisa dilakukan dengan cara pembuktian.

Dua perbedaan sudut pandang antara Rocky dengan Silfester yang semula menyoroti policy menjelang Pilkada 2024, berubah sejauh 180 derajat.

Tensi dan arah diskusi Pilkada 2024 mulai terjadi dan bergeser menjadi aksi saling umpat usai Rocky mengkritisi konstruksi berfikir Silfester yang dinilai parsial atau kurang utuh.

Menganggap kemampuan bernalar dan gagasan konseptualnya sedang disudutkan, Silfester menilai Rocky sebagai Bujang Lapuk yang tidak berkontribusi pada negara.

Tikaman dialektika bernalar serta serangan argumentasi antara Rocky dengan Silfester kian meningkat hingga emosi keduanya mulai terlihat.

Tampak semakin kesal karena tidak menemukan titik keseimbangan berpendapat, Silfester mulai mendekati Rocky hingga nyaris terjadi baku hantam di podium diskusi.

Melihat ketegangan dari dua narasumber yang semakin mencuat, Aiman Witjaksono selaku Pembawa Acara dan Moderator langsung membuat keputusan akurat.

Baca Juga: Lagi Senang Kawan! Saldo Bansos PKH BPNT Sudah Masuk ke KKS Para KPM

Usai berhasil mencegah aksi saling pukul antara Rocky dengan Silfester, ribuan warganet terpanggil untuk memberikan berbagai komentar.

“Lambang kedunguan sejati adalah tidak terkendalinya emosi,” tulis warganet pemilik nama akun @*endriwar*.

Reporter Karseno AJ
Editor Aris Abdulsalam