AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini viral video perundungan siswa SMPN 3 Gowa yang menghebohkan publik.
Pihak keluarga korban yang mengalami perundungan di SMPN 3 Gowa ini pun murka setelah menemukan kalau pihak sekolah diduga menutupi kasus tersebut.
Insiden yang disebut sebagai perkelahian biasa oleh pihak sekolah ternyata jauh lebih serius di mana korban sempat tak sadarkan diri setelah dipukul.
Baca Juga: Nyesek! Momen Jennifer Coppen Tak Kuasa Menahan Tangis Saat Buat Kue Ulang Tahun Kamari ke-1 Tahun
Dikutip dari Instagram @hushwatch.id, video perundungan ini telah ditonton oleh pihak sekolah kepada keluarga pelaku tetapi tidak pernah disampaikan pada keluarga korban.
Hal tersebut tentu membuat pihak keluarga korban merasa tertipu.
Apalagi keluarga korban sempat dipaksa untuk tanda tangan perjanjian damai dengan alasan “namanya anak-anak” tanpa mengetahui fakta sesungguhnya.
Setelah menyaksikan video tersebut, pihak keluarga korban mendatangi sekolah untuk mencari keadilan, tetpi pihak sekolah tetap bersikukuh bahwa “ini sudah damai”.
Sikap ini dinilai oleh keluarga korban sebagai upaya penipuan dan tekanan untuk menyetujui kesepakatan damai yang sebenarnya mereka tolak jika mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Berdasarkan video yang beredar, tampak satu orang siswa SMP tengah dikeroyok oleh sejumlah teman siswa lainnya.
Korban dipukul bahkan ditendang oleh temannya.
Baca Juga: Daftar 15 Ide Usaha Paling Menjanjikan di 2024, Cocok untuk Pemula dengan Modal Kecil
Beberapa teman-teman lainnya tampak menyaksikan tanpa melerai.
Video tersebut tentu memicu kemarahan publik dan meminta agar pelaku segera dihukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apa motif dari perundungan siswa di SMP Gowa.***