AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini beredar video yang menarasikan seorang pemilik bengkel di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) getok harga ganti kopling menjadi Rp 1,5 juta.
Leni, selaku pemilik bengkel di Jaksel tersebut kemudian mengklarifikasi terkait video viral tersebut.
Leni menyebut kalau harga yang harus dibayarkan oleh pelanggan tersebut untuk ganti kopling bukan Rp 1,5 juga, melainkan Rp 1,4 juta.
Baca Juga: Elemen Society Melawan! Rocky Gerung Komentari Aksi Demo di Depan Gedung DPR RI: Nggak Usah Takut...
Ia juga mengampaikan kalau Rp 1,4 juta tidak hanya untuk ganti kopling saja, melainkan untuk keseluruhan sparepart yang dipasang.
“Totalnya Rp 1.4 juta bukan kampas kopling doang, yang ini Rp 1,5 juta orang bodoh juga tahu itu, enggak mungkin ini Rp 1,5 juta. Jadi, hati-hati yang membuat video viral ini yah, saya tidak suka,” kata Leni dikutip dari Instagram @cekdrama.
Dalam video tersebut, dibeberkan juga rincian biaya sparepart yang harus dibayar oleh pelanggan yang memviralkan video.
Berikut rincian sparepart yang harus dibayarkan:
Oli Rp 65 ribu
Ongkos kerja Rp 110 ribu
Kampas kopling Rp 170 ribu
Lawan 4 kopling Rp 290 ribu
Kaki 4 kopling Rp 420 ribu
Karet kopling Ro 230 ribu
Sil water pump Rp 45 ribu
Paking kopling Rp 45 ribu
Air coolan Rp 35 ribu
Sehingga totalnya adalah Rp 1.410.000
Baca Juga: Sangat Menguntungkan! 10 Ide Usaha Kuliner Paling Laris di Indonesia yang Patut Kamu Coba
Sebagai informasi, sebelumnya beredar video pengendara motor yang protes karena harus membayar biaya ganti kopling sebesar Rp 1,5 juta.
Menurut pengakuan pengendara motor tersebut, sang pemilik bengkel tidak mengatakan di awal soal biaya yang harus dibayar.
Katanya, pemilik bengkel hanya menyebut kalau biayanya hanya sekitar Rp 100 ribu lebih.
“KronoIoginya saya mogok di depan bengkel itu saya benerinlah ke bengkel itu, saya ditanya rusaknya apa? Saya jelasin kata dia itu mah koplingnya, saya tanya berapa benerin itu kata dia Rp 100 ribu lebih, oke lah kata saya, saya tinggal pas mau bayar tiba-tiba Rp 1,5 juta kan kaget,” ujarnya.***