AYOJAKARTA.COM – Psikolog Forensik Reza Indragiri baru-baru ini menyampaikan pandangan dan beberapa pertanyaan kepada Polda Jabar terkait dengan kasus kematian Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky Rudiana.
Reza Indragiri mengatakan salah satu pertanyaan yang ditanyakan adalah mengenai kabar salah satu terpidana yaitu Sudirman.
Pasalnya, beredar isu bahwa Sudirman mendapatkan perlakuan yang berbeda dibandingkan terpidana lainnya.
“Oleh karena itu, butuh kiranya perlakuan yang tepat agar kemudian masyarakat tidak memandang miring terkait dengan penyikapan atau perlakuan yang dilakukan oleh Polda Jabar terhadap Sudirman,” kata Reza dikutip dari kanal YouTube TV One News pada Rabu (14/8/2024).
Reza mengungkapkan bahwa Kuasa Hukum Saka Tatal yaitu Edwin Partogi mengaku telah menemukan bukti elektronik berupa percakapan Vina dengan dua temannya yaitu Widi dan Mega.
Baca Juga: Nekat Lakukan Sumpah Pocong, Saka Tatal: Saya Siap Menerima Konsekuensi
Dalam bukti elektronik tersebut ditunjukkan bahwa Vina dengan kedua temannya masih berkomunikasi setelah jam 10 malam.
Hal ini tentu bertentangan dengan kabar bahwa peristiwa tragis yang menimpa Vina dan Eky terjadi pada pukul 10 malam.
Oleh karena itu, Reza bertanya mengenai kebenaran bukti tersebut agar tidak muncul kesan negatif di masyarakat terkait dengan kinerja kepolisian.
“Penting apabila Polri memberikan tanggapan terkait keaslian bahkan mungkin kepalsuan bukti elektronik yang konon sudah ditemukan oleh Edwin. Agar tidak muncul kesan di publik bahwa sudah terjadi kerja yang tidak begitu professional, adanya problem kecakapan, adanya masalah kompetensi pada penyidik tahun 2016 yang seolah-olah tidak menemukan itu,” ujarnya.
Selain itu, Reza juga bertanya terkait dengan status 4 DPO yang kini tidak ada kejelasan.
Menurutnya, jika memang masih ada 4 DPO yang belum tertangkap maka sudah seharusnya Polda Jabar mencarinya agar menjamin rasa aman masyarakat.
“Ini juga menyangkut rasa aman masyarakat kalau memang ada 4 DPO yang disebut-sebut sebagai pelaku rudapaksa dan pembunuhan. Nah demi menjamin rasa aman masyarakat bukankah seharusnya 4 DPO tersebut terus dicari?” tutupnya.