AYOJAKARTA.COM – Kuasa Hukum Saka Tatal, Edwin Partogi membeberkan salah satu bukti yang bisa menguatkan bahwa Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky Rudiana meninggal karena kecelakaan.
Seperti yang diketahui, sejak awal Vina dan Eky disebut meninggal karena pembunuhan dan pemerkosaan.
Edwin Partogi mengungkapkan bahwa sejak awal ada keterangan yang diragukan oleh pihaknya.
“Ada satu yang sejak awal juga saya ragukan keterangannya yaitu keterangan penemuan sperma oleh dokter forensik. Saya meragukan otentisitas dari keterangan tersebut,” ungkap Edwin dikutip dari kanal YouTube Kompas TV pada Senin (12/8/2024).
Edwin mengatakan bahwa ia sudah melihat foto-foto ekshumasi atau pembongkaran makam untuk dilakukan autopsi.
Pada saat ekshumasi memang ada dokter yang melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel dari tubuh Vina.
Baca Juga: 6 Kesulitan yang Dialami Seseorang Introvert, Bertemu Orang Baru Akan Mengalami Hal Ini
Dari hasil pemeriksaan tersebut tidak ada keterangan yang menjelaskan terkait penemuan sperma.
“Ketika ekshumasi memang ada pemeriksaan dokter melakukan pemeriksaan terhadap Vina. Tetapi, tidak ada keterangan yang menjelaskan penemuan sperma tersebut. Ini perlakuan yang berbeda dimana dalam foto ekshumasi tersebut juga dilampirkan pengambilan sampel dari perut kulit luar, kulit perut sisi kanan Vina dan juga diambil sampel dari hati,” katanya.
Edwin menerangkan seharusnya dilakukan pemotretan terhadap sampel dan diletakkan ke wadah yang aman dengan menuliskan apa saja temuan dari sampel tersebut.
Sayangnya, ketika ekshumasi tidak ada ditemukan keterangan yang menunjukkan adanya penemuan sperma.
Baca Juga: Cara Membuat Topi Karnaval 17 Agustus dari Karton, Dijamin Unik!
Akan tetapi, Edwin mengaku heran bagaimana bisa dalam laporan ekshumasi yang diberikan kepada penyidik terdapat keterangan soal penemuan sperma.
“Nah ketika ekshumasi itu dilakukan tentang sperma itu nggak ada keterangannya. Tetapi kok ketika laporan tentang ekshumasi itu diberikan kepada penyidik kok kemudian muncul keterangan soal penemuan sperma. Jadi apakah ini cocoklogi apa gimana,” terangnya.