Viral

Mungkinkah Rudiana Mempengaruhi Penyidikan Kasus Vina Cirebon? Begini Kata Reza Indragiri

Oleh: Nisrina Harum Lestari Kamis 08 Agu 2024, 16:06 WIB
Psikolog Forensik Reza Indragiri mengatakan bahwa titik awal kasus pembunuhan Vina berawal dari laporan yang dibuat Rudiana.

AYOJAKARTA.COM – Dugaan eterlibatan Iptu Rudiana dalam penyidikan kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita di Cirebon mulai disoroti masyarakat.

Tuduhan keterlibatan tersebut sempat dibantah oleh Iptu Rudiana yang mengaku dirinya tidak mungkin mempengaruhi proses penyidikan kasus tersebut.

Mengenai keterlibatan tersebut, Psikolog Forensik Reza Indragiri mengatakan bahwa titik awal kasus pembunuhan Vina berawal dari laporan yang dibuat Rudiana.

“Titik awal kasus ini ada pada laporan yang disampaikan Rudiana. Rudiana menyebut di dalam laporan itu kedua korban ditusuk, kedua korban ditusuk. Dasarnya apa ya untuk Rudiana mengatakan itu?” kata Reza dikutip dari kanal YouTube Fristian Griec Media Official pada Kamis (8/8/2024).

Reza mengaku memahami bahwa Rudiana merupakan orang tua yang kehilangan anak akibat peristiwa tersebut.

Baca Juga: Dijamin Laku Keras! Berikut 7 Usaha Musiman yang Paling Laris Mendekati Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2024

Sehingga sangat mungkin muncul rasa simpati sesama anggota kepolisian karena rekannya baru saja kehilangan anak akibat peristiwa tersebut.

Terlebih, posisi Rudiana di kepolisian sudah berpangkat sehingga memungkinkan para penyidik ‘terpandu’ untuk mengiyakan laporan tersebut.

“Tapi untuk organisasi yang sangat hirarkis seperti kepolisian seberapa objektif pikiran dan seberapa kuat ketangguhan hati para penyidik untuk berbantah-bantahan dengan pimpinan mereka untuk menyanggah asumsi awal yang dibawa oleh pimpinan mereka,” ujarnya.

Reza menyinggung terkait kemungkinan adanya kalimat dalam laporan yang menunjukan efek psikologis untuk mengiyakan pengungkapan kasus tersebut.

Baca Juga: Herwanto Nurmansyah Minta Prabowo Subianto Tak Lagi Pakai Listyo Sigit Jadi Kapolri di Masa Pemerintahannya Nanti

Menurutnya, tidak ada anggota yang sanggup untuk membantah hal yang sudah ditafsirkan sebagai perintah.

“Ada nggak kemungkinan laporan, tapi kalimat yang ada dalam laporan kepolisian yang dibuat Rudiana menunjukkan efek psikologis terhadap bawahannya untuk mengiyakan dan melakukan pengungkapan seperti isi laporan itu? Siapa yang sanggup berbantah-bantahan, menyanggah asumsi apalagi sudah ditafsirkan menjadi sebuah perintah dari komandan mereka. Ketidaksanggupan itu yang akhirnya berefek seperti sekarang,” tutupnya.

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Aris Abdulsalam