AYOJAKARTA.COM - Seorang polisi di Jember menjadi korban pengeroyokan oleh oknum anggota pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Bahkan, oknum pesilat PSHT tersebut juga sempat melempari batu kepada polisi di Jember tersebut.
Adapun polisi yang menjadi korban pengeroyokan oknum pesilat PSHT hingga luka parah yaitu Aipda Parmanto Indrajaya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Wakapolres Jember Kompol Jimmy Heryanto Hasiholan Manurung.
"BetuI, angota Polsek Kaliwates Aipda Parmanto Indrajaya jadi korban pengeroyokan. Bahkan rombongan ini melempari anggota polisi lainnya yang sedang di dalam mobil patroli dengan batu," kata Kompol Jimmy Heryanto Hasiholan Manurung dikutip dari Indonesia @hushwatch.id.
Terkait kasus pengeroyokan tersebut, Jimmy meminta agar PSHT cabang Jember untuk menyerahkan pelaku pada pihak kepolisian.
Lantas, apa saja fakta-fakta tentang pesilat PSHT yang melakukan pengeroyokan polisi di Jember? Berikut ulasannya.
1 . Lokasi dan waktu kejadian
Diketahui peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB pada Senin, 22 Juli 2024 lokasinya di Simpang Tiga Transmart, Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Kaliwates.
2 . Penyebab pengeroyokan
Diketahui rombongan pesilag itu sedang melakukan konvoi hingga menutup jalan di pertigaan Jalan Hayam Wuruk.
3 . 5 Polisi datang untuk menghalau rombongan PSHT yang menutup jalan
Lima anggota polisi dari Polsek Kaliwates mendapat informasi tentang penutupan jalan oleh sekelompok orang kemudian menuju lokasi untuk memberi imbauan.
Polisi berusaha mengimbau agar rombongan pesilat itu tidak menutup jalan raya dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
4 . Oknum anggota PSHT tidak terima
Saat diberi imbauan, rombongan pesilat PSHT itu justru bereaksi agresif dan melakukan pengeroyokan terhadap polisi.
5 . Ketua Cabang PSHT siap mencari dan menyerahkan oknum anggota
Ketua Cabang PSHT, Jono Wasinudin mengaku siap mencari dan menyerahkan oknum anggota yang melakukan pengeroyokan terhadap polisi di Jember.***