Viral

Viral! Video Kepala Sekolah Joget di Sekolah di tengah Banjir, Kini Jabatannya Dinonaktifkan Dinas Pendidikan

Oleh: Asti Aureli Septania Kamis 22 Mei 2025, 07:42 WIB
Ilustrasi Menari

AYOJAKARTA.COM – Sebuah video viral menayangkan Kepala Sekolah SD Negeri 050417 Tiga Jumpa, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Tanti Nilawati, bersama tiga guru lainnya sedang berjoget di lapangan sekolah yang tergenang banjir di media sosial.

Dalam video tersebut, mereka tampak mengenakan seragam dinas berwarna coklat dan tampak asyik berjoget di tengah genangan air akibat hujan deras yang menyebabkan banjir di lingkungan sekolah.

Dengan viralnya video tersebut memicu berbagai reaksi dari Masyarakat dan berujung jabatan Tanti Nilawati, sebagai kepala sekolah, dinonaktifkan sementara oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Karo.

Baca Juga: AKHIRNYA! Transaksi Rp2 Juta Bantuan PKH BPNT Tahap 2 2025 Mulai Terdeteksi di Rekening Penerima

Keputusan ini diambil setelah video joget tuai kontroversi yang dianggap tidak pantas karena sebagai teladan siswa.

Sementara itu, Tanti Nilawati menjelaskan bahwa banjir di sekolah tersebut sudah terjadi bertahun-tahun setiap musim hujan.

Kepala Sekolah SD Negeri 050417 Tiga Jumpa tersebut pada saat video diambil menegaskan bahwa aktivitas belajar-mengajar tidak sepenuhnya berhenti saat banjir.

Menurutnya, guru dan murid sedang bergotong royong membersihkan area sekolah, dan proses belajar hanya berhenti sementara untuk istirahat, lalu dilanjutkan kembali setelah kondisi memungkinkan.

Baca Juga: Jalani Pemeriksaan 22 Pertanyaan, Jokowi: Tuduhan Ijazah Palsu Sudah Keterlaluan

"Tidak ada libur (belajarnya) membersihkan dahulu, murid yang letih lalu istirahat sebentar. Baru mereka belajar kembali, ini bukan PBM (Proses Belajar Mengajar) tidak berhenti total,”ujar Tanti Nilawati yang dikutip dari tvOneNews pada Kamis 22 Mei 2025.

Singkatnya, viralnya video joget guru dan kepala sekolah di tengah banjir tersebut berujung pada penonaktifan sementara Kepala Sekolah SD Negeri 050417 Tiga Jumpa, Tanti Nilawati.

Meskipun pihak sekolah menyatakan aktivitas belajar tetap berjalan, keputusan ini diambil sebagai respons atas reaksi publik dan untuk menjaga citra serta kedisiplinan tenaga pendidik di lingkungan sekolah. ***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Katarina Erlita