Viral

Anggy Umbara Mengaku Ada Sekelompok Oknum yang Minta Film Vina Dihentikan

Oleh: Fitri Nurjanah Jumat 17 Mei 2024, 11:51 WIB
Anggy Umbara menuturkan bahwa sekelompok oknum tersebut meminta bocoran atau skenario dari film Vina yang sedang digarapnya.

AYOJAKARTA.COM – Sutradara Anggy Umbara mengungkapkan beberapa hal yang menarik selama menjalankan proses syuting film ‘Vina: Sebelum 7 Hari’.

Melalui podcast bersama Ashanty, Anggy mengaku sempat didatangi oleh beberapa oknum yang minta film ini dihentikan.

“Hari kelima kita syuting sempat didatangi sama orang-orang yang mengaku polisi, terus dia minta kita menghentikan syuting,” kata Anggy, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube NGOBROL ASIX, Jumat, 17 Mei 2024.

Anggy menuturkan bahwa sekelompok oknum tersebut meminta bocoran atau skenario dari film Vina yang sedang digarapnya.

Dari oknum yang mendatangi dirinya itu, Anggy merasa ada hal yang aneh hingga dirinya melakukan komunikasi dengan pihak Polda Jawa Barat (Jabar).

“Pas kita minta identitasnya mereka nggak mau kasih, terus mau kita video mereka hilang cepat,” tuturnya.

Kemudian Anggy pun menjelaskan alasan mengapa dirinya tertarik untuk mengangkat kasus viral tersebut menjadi sebuah film.

Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Hanya Orang dengan Intelegensi Tinggi dapat Menemukan Angka 8 dari Deretan Angka 9

Menurutnya, banyak poin penting yang dapat disampaikan melalui kasus yang sempat dialami oleh Vina ini.

“Film ini menjadi penting untuk awareness dan menyampaikan banyak pelajaran kepada kita semua,” imbuhnya.

Anggy mengungkapkan bahwa hukum yang ada di Indonesia saat ini belum dapat ditegakkan dengan baik.

Baca Juga: Tes Psikologi: Mata Mana yang Menggambarkan Kemarahan? Ungkap Sifat Asli yang Kamu Miliki Di Sini

Sebab, kata dia, ada tiga orang pelaku dalam kasus ini yang belum dapat ditemui hingga sekarang.

Diketahui, ‘Film: Vina Sebelum 7 Hari’ mulai ditayangkan di bioskop pada tanggal 8 Mei 2024.

Film yang berdurasi 100 menit ini menceritakan kematian tragis yang dialami oleh Vina, gadis 16 tahun asal Cirebon, Jawa Barat.

Reporter Fitri Nurjanah
Editor Aris Abdulsalam