Viral

Banjir Simpati! Seorang Ayah Demo Tuntut Keadilan atas Kematian Bayinya di RSUD Karawang, Muncul Spekulasi Korupsi

Oleh: Deba Lauda Senin 12 Mei 2025, 18:07 WIB
Edwin Septian menuntut keadilan di depan lobi RSUD Karawang atas kematian bayinya.

AYOJAKARTA.COM -- Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Karawang masih menjadi sorotan warganet setelah viral seorang pria bernama Edwin Septian menuntut keadilan di depan lobi rumah sakit.

Viral juga di platform TikTok yang memperlihatkan dengan menggunakan pengeras suara, Edwin menuntut penjelasan dan pertanggungjawaban atas meninggalnya bayi pertama yang baru dilahirkan oleh istrinya.

Menurut penuturan Edwin, istrinya mengalami pendarahan dan pecah ketuban pada dini hari 29 April 2025.

Baca Juga: Cek Nama Anda! Pencairan Bansos PKH dan BPNT Triwulan 2 Pakai Data Terbaru, Ini Panduan Mengecek NIK KTP Penerima

Mereka segera membawa istrinya ke RSUD Karawang sekitar pukul 02.00 WIB, namun hingga siang hari istrinya hanya diberikan infus tanpa tindakan medis lebih lanjut.

Edwin mendesak agar dilakukan operasi sesar namun permintaannya tidak segera ditanggapi. Operasi baru dilakukan sekitar pukul 18.00 WIB dan tragisnya bayi mereka meninggal dunia tiga jam setelah dilahirkan.

Pria yang menuntut keadilan itu menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan medis di RSUD Karawang.

Dia juga meluapkan keluh-kesahnya atas bobroknya sistem yang ada dan juga menyinggung kasus korupsi di pihak rumah sakit.

Baca Juga: Deadline 16 Mei 2025, Bank Indonesia Buka Rekrutmen Jalur Special Hire dan PKWT 2025, Jangan Sampai Kelewat!

Edwin menilai, ada kelalaian dalam penanganan istrinya yang menyebabkan kematian bayi mereka.

Edwin juga menuntut agar pihak rumah sakit memberikan penjelasan dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Menanggapi aksi protes tersebut Direktur RSUD Karawang yakni dr. Andri Sariful Alam, menyatakan bahwa pihak rumah sakit akan melakukan audit internal untuk menelusuri kejadian ini.

Dia berjanji bahwa setiap keluhan dari masyarakat akan ditanggapi dengan serius dan hasil audit akan disampaikan kepada keluarga pasien serta masyarakat secara transparan.

Baca Juga: KKS BNI Salurkan Dana Rp600.000 Lagi, Apakah Bantuan PKH BPNT Tahap 2 2025 Sudah Benar-benar Dimulai?

Kejadian ini juga memicu simpati dari berbagai pihak termasuk masyarakat dan netizen yang menyuarakan dukungan kepada Edwin melalui media sosial.

Banyak yang berharap agar kasus ini menjadi momentum perbaikan sistem pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan persalinan darurat.

Tragedi yang dialami oleh Edwin dan keluarganya menjadi teguran penting bagi pelayanan medis terutama dalam situasi darurat.***

Reporter Deba Lauda
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil