Viral

Niat Nyari Nafkah Malah Dapat Masalah! Oknum Pengemudi Ojol Nyaris Disikat Warga Akibat Bawa Paket Berisi Mayat

Oleh: Karseno AJ Minggu 11 Mei 2025, 16:47 WIB
Warganet di sejumlah platform media sosial kini tengah digemparkan dengan kabar temuan mayat bayi yang dibawa oleh seorang mitra ojol.

AYOJAKARTA.COM — Warganet di sejumlah platform media sosial kini tengah digemparkan dengan kabar temuan mayat bayi yang dibawa oleh seorang mitra ojol.

Melalui aplikasi pengiriman barang, mitra ojol mendapat order dari seorang pengguna aplikasi untuk mengantar sebuah paket ke sebuah pelataran sebuah masjid.

Setibanya di lokasi yang dimaksud, mitra ojol mulai bingung lantaran pengirim dan penerima paket sudah tidak dapat dihubungi.

Menurut mitra ojol berinisial MYA, paket yang kemudian diketahui berisi mayat bayi akan diterima oleh seseorang yang sudah menunggu di lokasi pengantaran.

Berdasarkan keterangan yang tertulis di aplikasi milik pria berusia 35 tahun tersebut, pengirim mengaku mengirim paket berisi pakaian untuk diterima oleh Putri.

Baca Juga: HP Rp1 Jutaan Rasa Flagship! Kenalin Nubia V70 Max, Tahan Banting dan Baterai Super Awet Cocok untuk Anak Sekolah dan Driver Ojol

Namun setibanya di lokasi tujuan sesuai petunjuk aplikasi, sosok penerima yang dimaksud tidak pernah bisa dihubungi karena memang tidak ada alias fiktif.  

Melalui pesan singkat yang ada di dalam aplikasi, pengirim juga meminta agar MYA menitipkan paket kepada seorang marbot masjid.

Terdorong oleh rasa ingin tahu, warga kemudian membuka tas paket berisi pakaian yang ternyata digunakan untuk menutupi mayat seorang bayi.

Kabar ditemukannya mayat bayi dalam tas yang dijadikan sebagai paket, sontak menggemparkan warga di Jalan Ampera III, Glugur Darat, Medan, Sumatera Utara.

Setelah dilakukan pendalaman, temuan mayat bayi yang menggemparkan warga Medan pada 8 Mei sekitar jam 06:14 WIB berhasil diungkap oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Kang Ojol dan Kurir Bisa Pakai! Berikut 3 HP Rp1 Jutaan Punya Baterai Jumbo dan Isi Daya Cepat

Dari hasil penyelidikan, terduga pengirim bayi diketahui merupakan seorang perempuan berinisial NH serta pria berinisial RD yang merupakan abang-adik.

Menurut keterangan yang disampaikan Kombes Ferry Walintukan selaku Kabid Humas Polda Sumut, keduanya diamankan pada 9 Mei 2025 dari tempat indekost.

Dari hubungannya dengan RD, HN mengaku sudah hamil sejak Januari 2025 pada tanggal 3 Mei lalu melahirkan secara mandiri.

Karena kondisinya bayinya yang sakit akibat gizi buruk dan prematur, pada 7 Mei HN dan RD membawanya ke RS Delima, Simpang Martubung.

Karena tidak memiliki dokumen apapun, abang-adik RD dan HN kemudian membawa mayat bayi ke sebuah penginapan dan mulai memesan layanan ojol di pagi harinya.

Baca Juga: Wamenaker Kecewa dan Marah dengan Aplikator yang Beri BHR Ojol Rp50 Ribu: Ini Penghinaan, Jangan Mainin Aturan Pemerintah, Ini bukan Ormas

Munculnya sejumlah kasus pembuangan bayi, membuat sebagian kalangan menyinggung perlunya dibuat semacam safe haven baby box.

Di sejumlah negara bagian di Amerika,safe haven baby box disediakan sebagai upaya meningkatkan angka hidup bagi bayi yang lahir dari keluarga miskin.

Berlaku legal karena dilindungi undang-undang, orang tua dapat menitipkan bayi di kotak yang biasa tersedia di rumah sakit, pemadam serta kantor polisi.

Orang tua bayi akan mendapat tas khusus dari negara berisi ketentuan mengikat, jika dalam tiga bulan berubah pikiran.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana