AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini ramai di media sosial X atau Twitter terkait kenaikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Biaya UKT Unsoed dikabarkan mengalami kenaikan berkali-kali lipat hingga mencapai puluhan juta.
Cuitan keluhan tersebut dibanjiri oleh mahasiswa baru Unsoed yang diharuskan membayar UKT dengan biaya selangit.
Seperti yang dibagikan oleh akun twitter atau X @anotherstrangers yang menampilkan tangkapan layar laman registrasi yang berisi informasi tagihan yang harus dibayarkan.
Baca Juga: Jurusan Kuliah Sepi Peminat di Universitas Soedirman (UNSOED) Jalur SNBT, Ada 7 Program Studi Baru
“Unsoed apaan sih Unsoed gue udah seneng masuk ye tiba-tiba Rp 19 juta dari tahun lalu gelombang tertinggi cuma Rp 5,6 juta. Tolong ya UKT Unsoed tolong ini mah diturunin,” tulis akun @anotherstrangers dikutip pada Rabu (24/4/2024).
Dari unggahan yang dibagikan akun tersebut, diketahui biaya tagihan semester 1 yang harus ia bayarkan untuk jurusan Pertanian adalah sebesar Rp 19.112.000.
Akun tersebut juga membagikan beberapa tangkapan layar tagihan mahasiswa lainnya yang harus dibayarkan dari berbagai jurusan.
Dari beberapa tangkapan layar tersebut dapat diketahui besaran tagihan semester 1 yang harus dibayarkan bervariatif.
Seperti jurusan Ekonomi Pembangunan sebesar Rp 14.667.000, Ilmu Komunikasi Rp 12.000.000, hingga Kesehatan Masyarakat senilai Rp 19.865.000.
Kemudian, ada juga mahasiswa jurusan Hubungan Internasional yang memiliki tagihan semester 1 sebesar Rp 11.500.000 hingga Rp 13.000.000.
Bahkan, untuk jurusan Farmasi di Unsoed biaya UKT yang harus dibayarkan adalah senilai Rp 25.686.000.
Hingga saat ini keluhan mengenai kenaikan biaya UKT Unsoed masih terus disuarakan oleh mahasiswa baru di media sosial X.
Bahkan, keluhan tersebut telah menjadi trending topic di media sosial X dengan tagar #TurunkanUKTUnsoed.
Meski begitu, hingga kini pihak Unsoed belum memberikan tanggapan mengenai kabar kenaikan UKT tersebut.***