AYOJAKARTA.COM – Film Dirty Vote masih digemari masyarakat hingga kini. Film yang tayang 3 hari menjelang pemilu tersebut banyak mengungkapkan fakta mengejutkan.
Salah satunya adalah kemenangan Presiden Jokowi selama 2 kali pemilu yang dihubungkan dengan sebaran wilayah dan ada sosok Tito Karnavian di baliknya.
Film Dirty Vote masih menjadi perhatian warga Indonesia. Pasalnya adalah banyak fakta mengejutkan tentang pemilu yang diungkap dalam film ini.
Film Dirty Vote sendiri sebenarnya mengungkapkan banyak hal yang berkaitan dengan pemilu-pemilu di Indonesia.
Pada awal film, Dirty Vote mengungkapkan bagaimana ketidaksesuaian ucapan dengan kenyataan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi mengenai pandangannya tentang Gibran dalam dunia politik.
Dirty Vote juga mengungkapkan bagaimana proses pencalonan Gibran sebagai cawapres Prabowo yang banyak melanggar hukum.
Baca Juga: Contoh Detail Data Ayah dan Ibu di KIP Kuliah 2024, Begini Cara Isi Bagian Kolom Keluarga
Lebih lanjut, salah satu aktor dari film Dirty Vote, Feri Amsari, mengungkapkan bagaimana Presiden Jokowi bisa menang 2 kali pemilu.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Dirty Vote, Feri Amsari mengungkapkan kalau sebaran wilayah sangat menentukan kemenangan Presiden Jokowi.
Ia kemudian membandingkan sebaran wilayah pulau Jawa, Sumatera, dan Papua dalam film Dirty Vote tersebut.
“Pulau Jawa adalah pulau dengan populasi penduduk terbesar. Mereka memiliki 115 juta suara pemilih. Sayangnya, kalau dilihat sebaran, mereka hanya memiliki 6 provinsi,” ujar Feri Amsari.
Baca Juga: Beres Pemilu, Anies Baswedan Langsung Bilang Ini ke Relawan Perubahan
“Sumatera adalah pulau yang sangat menentukan sebaran wilayah. Memiliki 10 provinsi dan sangat menentukan sebaran wilayah tersebut,” ujar Feri Amsari.
Kemudian Feri Amsari memperlihatkan kemenangan Jokowi pada 2 kali pemilu yaitu tahun 2014 dan 2019.
Pada tahun 2014, Jokowi bersama JK memperoleh kemenangan di 7 provinsi yang ada di Pulau Sumatera. Sedangkan Prabowo-Hatta menang 3 provinsi saja di sana.
Pada tahun 2019, Jokowi bersama Ma’ruf Amin kalah di pulau Sumatera dengan 4 kemenangan. Sedangkan Prabowo-Sandi menang di 6 provinsi yang ada di Pulau Sumatera.
Namun, Prabowo-Sandi tidak menang dan kalah dengan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Mengapa demikian?
Ternyata ada di pulau Papua yang menentukan kemenangan Presiden Jokowi selama 2x pemilu.
“Pulau Papua sebelumnya hanya memiliki 2 provinsi. Saat ini mereka telah memiliki 4 provinsi baru, totalnya adalah 6 provinsi. 4 provinsi baru ikut pemilu 2024,” ujar Feri Amsari.
Kemudian ditayangkan bahwa Presiden Jokowi bersama JK tahun 2014 mendapatkan suara sebanyak 67% dan 72% di wilayah Papua dan Papua Barat.
Baca Juga: Siapa Jihan Fahira dan Partai Apa? Inilah Sosok Saingan Komeng dari Sesama Artis
Sedangkan tahun 2019, Presiden Jokowi bersama Ma’ruf Amin mendapatkan suara sebanyak 80% di Papua Barat dan 99% di Papua.
Ternyata pada saat itu ada pengaruh dari Tito Karnavian. Tito Karnavian pada dua kali pemilu itu sedang menjabat sebagai Kapolda Papua.