AYOJAKARTA.COM -- Pemilihan anggota DPD RI dapil Jawa Barat I menjadi sorotan setelah foto kontroversial komedian Alfiansyah Komeng yang mencuat di media sosial.
Foto yang mencolok dan berbeda dari calon anggota lainnya sukses menarik perhatian pemilih, bahkan membawa Komeng menduduki peringkat teratas dalam perolehan suara sementara, menimbulkan pertanyaan tentang etika dan strategi dalam politik.
Menurut Komisioner KPU Jabar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Pemilih Hedi Ardhia, penempatan foto Komeng di surat suara telah disepakati oleh KPU dan peserta pemilu sebelum pencetakan.
"Sebelum pencetakan sudah approval dari masing-masing calon," ujar Hedi dilansir Republika, Kamis, 15 Februari 2024.
Meskipun demikian, Hedi menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut tentang foto tersebut, mengindikasikan kemungkinan adanya strategi pemasaran di baliknya.
Meskipun foto tersebut tidak melanggar aturan KPU, hal ini menimbulkan pertanyaan tentang etika dalam politik dan pemilihan umum.
Beberapa pihak mempertanyakan apakah kehadiran foto yang mencolok seperti itu dapat mempengaruhi pemilih tanpa mempertimbangkan substansi dan kompetensi calon tersebut.
Sementara itu, data real count KPU hingga pagi Kamis menunjukkan Komeng berada di peringkat pertama dengan jumlah suara sementara mencapai 202.599 atau 8,34 persen dari total suara.
Namun, perlu dicatat bahwa data tersebut masih dalam tahap awal dan belum mencerminkan hasil akhir pemilihan.
Di sisi lain, artis Jihan Fahira menduduki peringkat ketiga dengan suara 87.077 atau 3,58 persen, diikuti oleh Aanya Rina Casmayanti dan KH Amang Syafrudin. Data tersebut mencakup suara dari 47.481 TPS dari total 140.457 TPS, atau sekitar 33,80 persen.
Baca Juga: Yang Lain Makin Ketinggalan! Komeng Masih Nongkrong di Puncak Raihan Suara DPD RI Dapil Jawa Barat I
Kontroversi seputar foto Komeng dalam pemilihan DPD RI dapil Jabar telah memancing perdebatan tentang peran citra dan strategi dalam politik.
Meskipun legalitasnya tidak dipertanyakan, dampaknya terhadap proses pemilihan dan keputusan pemilih masih menjadi bahan diskusi yang hangat.