Viral

Arti 'Tiang Setri' dalam Lirik Lagu Anak Wedok by Happy Asmara, Ternyata Kata Bahasa Jawa yang Artinya Ini

Oleh: Sarwendah Minggu 04 Feb 2024, 14:45 WIB
Arti kata 'tiang setri' dalam bahasa Jawa yang terdapat pada lirik lagu "Anak Wedok" yang dinyanyikan Happu Asmara tengah banyak dicari.

AYOJAKARTA.COM – Arti kata 'tiang setri' dalam bahasa Jawa yang terdapat pada lirik lagu "Anak Wedok" yang dinyanyikan Happu Asmara tengah banyak dicari.

Happy Asmara merupakan seorang penyanyi yang rilis lagu berjudul "Anak Wedok" di YouTube RC Music.

Lagu "Anak Wedok" ditulis oleh Daru Jaya A.K.A Ndarboy dan Hendra Kumbara.

Lagu tersebut merupakan lagu "Anak Lanang" versi wanita yang belakangan viral di media sosial.

Kini lagu "Anak Wedok" by Happy Asmara menduduki peringkat 15 trending untuk musik di YouTube, Minggu, 4 Februari 2024.

Di dalam lirik lagu tersebut terdapat istilah 'tiang setri' yang artinya bikin penasaran.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Kesepian, Lakukan Hal ini Secara Rutin agar Hidup Tetap Happy Kiyowo

Berikut penggalan lirik lagu "Anak Wedok" yang terdapat istilah 'tiang setri':

Kulo niki tiang setri

- Aku ini tiang setri

Banting tulang isuk wengi
 
- Banting tulang pagi malam

Mugo isoh mulyake drajate wong tuo
 
- Semoga bisa memuliakan derajat orang tua

Baca Juga: Waduh! Happy Asmara Terlihat Menangis di Java Pop Festival 2023, karena Pernikahan Denny Caknan?

Lalu apa arti 'tiang setri' itu dalam bahasa Jawa? Simak penjelasan berikut.

Dikutip AyoJakarta.com dari repositori.kemdikbud.go.id, 'tiang' dalam kamus bahasa Jawa mempunyai dua makna yang perlu diketahui yaitu tiang dan orang.

Sedangkan 'setri' dalam bahasa Jawa artinya wadon atau wanita, cewe, perempuan.

Sehingga 'tiang setri' artinya orang perempuan atau merujuk pada seorang wanita.

Dalam konteks lagu yang dinyanyikan Happy Asmara dengan lirik 'aku iki tiyang setri' artinya 'saya ini seorang perempuan'.  

Itulah arti istilah kata 'tiang setri' dalam bahasa Jawa yang ada di lirik lagu "Anak Wedok" by Happy Asmara.***

Reporter Sarwendah
Editor Tedi Rukmana