AYOJAKARTA.COM - Warga di sekitar Desa Purworejo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dibuat gempar dengan fenomena pohon beringin yang diluar nalar.
Hal tersebut terjadi setelah sejumlah petugas Pemerintah Daerah melakukan penebangan terhadap pohon beringin di ruas jalan Wonogiri-Ngadirojo.
Warga gempar lantaran pohon beringin yang tergolong berusia tua tersebut mendadak kembali tegak meski pangkal batang dan seluruh daunnya sudah ditebang.
Penebangan pohon beringin tua berusia ratusan tahun yang dilakukan pada hari Jumat, 19 Januari 2024 tersebut mendadak menjadi perbincangan warganet.
Sebelumnya, batang pohon yang dianggap warga setempat memiliki keramat tersebut juga sempat menimpa minibus dan warung makan.
Belum diketahui ada atau tidaknya korban jiwa maupun mengalami luka akibat tumbangnya batang pohon yang meniban minibus serta warung makan tersebut.
Usai sejumlah aparat pemerintah melakukan penebangan yang dimulai dari dahan hingga ke pangkal, pohon beringin tua berhasil ditumbangkan.
Namun peristiwa diluar nalar yang sempat terekam kamera salah seorang warganet menunjukkan pohon beringin kembali berdiri tegak setelah tumbang beberapa saat.
Menurut penuturan warga di sekitar lokasi, pohon beringin yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun memang memiliki keunikan atau keramat.
Baca Juga: Viral! Netizen Ini Akui Program Food Estate Gagal, Disebut Tanam Singkong tapi Malah Tumbuh Jagung
Karenanya, warga secara khusus memberikan pagar pembatas di sekeliling pohon agar tidak bisa didekati oleh siapapun.
Namun demikian tidak jarang pagar pembatas tersebut justru diterabas atu diterjang oleh sejumlah warga lainnya yang datang untuk meletakkan makanan.
Terkait dengan dengan fenomena pohon beringin yang kembali tegak setelah ditebang, sejumlah kalangan memiliki tanggapan.
Menurut sebagian kalangan, selama akar pohon masih menghujam ke dalam tanah, maka peluang pohon untuk tumbuh dan berkembang akan selalu terbuka.
Fenomena pohon beringin yang kembali berdiri menjulang meski sudah ditebang, diyakini karena kondisi akar masih belum sepenuhnya terpotong.
Selain itu, peristiwa tegaknya pohon dipercaya karena berat massa jenis di bagian sekitar pangkal lebih berat dibandingkan bobot batang.
Penumpukkan berat yang berpusat di sekitar pangkal pohon atau bonggol akar, diyakini sebagai alasan pohon tersebut bisa kembali berdiri tegak.
Di samping memaparkan secara sains dengan pendekatan fisika, ada juga warganet yang berpendapat fenomena tersebut merupakan tanda masih bermasalahnya tauhid.
Menurut warganet pemilik akun @*emini*, keberadaan pohon beringin berusia ratusan perlu dihormati dengan tidak memberi sesaji.
“Jangan pada musyrik ya, setan jangan disembah,” tulisnya dikutip Ayojakarta, Rabu 24 Januari 2024 dari akun Instagram @indoflaslight.***