AYOJAKARTA.COM – Selain cawapres Muhaimin Iskandar, Mahfud MD yang merupakan cawapres nomor urut tiga juga tengah menjadi sorotan.
Berbeda cerita dengan Cak Imin yang mengkritik pemerintah, cawapres Mahfud MD justru disorot karena pernyataannya mengenai penyebab terjadinya korupsi.
Saat berkampanye di Sumatera Barat, Mahfud MD menyebut salah satu penyebab laki-laki atau suami banyak melakukan korupsi tidak lain karena tuntutan perempuan atau istri.
“Banyak koruptor itu yang sekarang masuk penjara, karena tuntutan istrinya,” ujar Mahfud saat menghadiri acara halaqoh kebangsaan dan pelantikan Majelis Dzikir Al Wasilah.
Lebih lanjut, Mahfud juga menjelaskan perihal adanya tuntutan dari istri yang sering kali melebihi kemampuan suami sehingga berakhir pada perilaku korupsi.
Karena itu, dalam kesempatan tersebut Mahfud kembali mengingatkan peran penting yang dimiliki perempuan sebagai tiang suatu bangsa.
Untuk itu, Mahfud mengingatkan agar perempuan dan para istri mendorong lelaki atau suaminya untuk senantiasa berperilaku baik.
Pernyataan Mahfud MD tersebut, kemudian mendapat tanggapan dari Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Dalam tanggapannya yang diunggah di akun X, Susi memaparkan perihal perbuatan korupsi yang banyak dilakukan oleh kaum laki-laki.
Susi menambahkan, agar perilaku perbuatan tindak pidana korupsi tidak boleh dihubungkan dengan genderisme.
Menanggapi pernyataan Susi tersebut, Mahfud memberikan penjelasan bahwa esensi dari pernyataannya merupakan bentuk pujian kepada istri.
Dengan berperilaku baik maka suami akan menjadi baik, sehingga kebaikan tersebut ikut berdampak pada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Terkait dengan pernyataan Mahfud MD yang kemudian menjadi sorotan, Tama S. Langkun selaku Jubir TPN Ganjar-Mahfud memberi penjelasan.
Menurut Tama, masuknya Mahfud MD ke dalam spotlight pemberitaan di media merupakan dampak dari kutipan yang tidak utuh.
Sehingga pernyataan-pernyataan Mahfud MD yang terkesan seksi namun kurang esensi menjadi lebih mendominasi.
“Memang itu yang paling seksi dan mudah untuk dijadikan sebagai bahan pemberitaan, tapi dalam dialog ada teks dan konteks,” ungkap Tama.
Kuatnya tekanan hidup yang terjadi di dalam sebuah keluarga, menurut Tama menjadi pemicu terbesar timbulnya tindak pidana korupsi.
Terkait dengan konteks pengucapan, Tama menjelaskan perihal peserta yang banyak di dominasi oleh perempuan.
Sehingga pernyataan-pernyataan yang disampaikan Mahfud MD dalam acara tersebut, bukan dimaksudkan sebagai bentuk bias gender.
“Tidak ada niat sedikitpun untuk bias gender,” tegas Tama dikutip Ayojakarta, Kamis 21 Desember 2023 dari kanal Youtube Metro TV.