AYOJAKARTA.COM – Media sosial saat ini sedang tren bahasa-bahasa singkatan atau kadang juga dijadikan sebagai kata gaul.
Salah satu kata gaul yang sering muncul di berbagai media sosial adalah OVT. Kata tersebut kerap digunakan di media sosial. Namun apakah kamu tau apa itu OVT, apakah sama dengan overthinking?
Ternyata, OVT adalah singkatan dari overthinking. Overthinking sendiri adalah berpikir secara berlebihan, baik suatu hal yang telah terjadi, sedang terjadi, maupun belum tentu terjadi.
Biasanya orang yang overthinking akan memerlukan banyak waktu untuk memikirkan suatu hal, dan kadang sering termenung sendirian.
Kata gaul OVT sendiri kerap muncul pertama kalinya saat masa pandemi COVID-19, yang mana pada waktu itu telah menyebabkan perubahan besar dalam kehidupan, baik secara individual maupun sosial.
Adapun overthinking sendiri terjadi karena adanya beberapa pemicu atau sebabnya, oleh karena itu berikut ini adalah pemicu terjadinya overthinking seperti dikutip dari Suara.com.
- Kecemasan
Pertama adalah kecemasan sendiri merupakan suatu sebab terjadinya overthinking, dan biasanya orang yang cemas karena memikirkan suatu hal yang buruk yang mungkin belum terjadi di masa mendatang.
- Trauma
Selanjutnya, biasanya orang yang overthinking dikarenakan trauma, baik itu karena pengalaman masa kecil sebelumnya atau pengalaman traumatis lainnya.
- Perfeksionisme
Kemudian memicu terjadinya overthinking adalah terlalu perfeksionis, biasanya orang yang perfeksionis cenderung memiliki standar yang tinggi untuk diri sendiri. Sehingga dapat menyebabkan overthinking karena takut akan mendapatkan kegagalan.
- Kurang Percaya Diri
Lalu adalah orang yang kurang percaya diri. Cenderung memikirkan hal-hal negatif terkait diri sendiri, sehingga akan menimbulkan overthinking dan cenderung akan memperbaiki diri sendiri.
- Kekhawatiran akan penilaian orang lain
Kemudian adalah orang yang khawatir akan penilaian orang lain terhadap dirinya yang cenderung memikirkan hal-hal negatif. Sehingga ini akan menjadi pemicu timbulnya overthinking untuk mencoba menyenangkan orang lain.
- Pengaruh media sosial
Selain sikap orang, media sosial juga menjadi salah satu pemicu overthinking. Jika penggunanya sering melihat hal negatif atau membandingkan dirinya dengan orang lain.
- Kurang Tidur
Selanjutnya pemicu overthinking lainnya yaitu adalah kurang tidur, hal ini selaras dengan kecemasan. Orang yang cemas biasanya tidak nyenyak atau tidak dapat tidur dengan tenang, sehingga akan menimbulkan overthinking.
- Penggunaan alkohol dan obat-obatan
Terakhir adalah mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan, ini akan mengganggu fungsi otak, sehingga akan menyebabkan overthinking.***