Viral

Viral Pedagang di Tanah Abang Tuntut Pemerintah Tutup Shopee dan Lazada, Auto Dirujak Warganet: Ngelunjak!

Oleh: Dyah Arum Ratri Selasa 10 Okt 2023, 13:33 WIB
Pedagang Tanah Abang meminta Lazada dan Shopee tutup

AYOJAKARTA.COM – Setelah platform TikTok Shop resmi dihapus pemerintah beberapa waktu lalu, kini kembali heboh kabar terbaru soal online shop.

Kabar yang cukup menghebohkan kali ini berasal dari para pedagang yang berjualan di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Para pedagang Tanah Abang membuat heboh lantaran meminta pemerintah menghapus platform belanja online lainnya.

Sebagaimana diketahui, di Indonesia ada beberapa platform online shop yang cukup ramai seperti Shopee dan Lazada.

Baca Juga: Viral Pedagang Tanah Abang Minta E-Commerce Lain Ditutup, Warganet: Tak Paham Konsep Rezeki?

Rupanya para pedagang di Tanah Abang meminta pemerintah juga menutup e-commerce Shopee dan Lazada lanjutan dari Tiktok Shop yang ditutup pada 4 Oktober 2023 lalu.

Potret para pedagang Tanah Abang yang minta Shopee dan Lazada untuk ditutup tersebut kemudian viral.

Salah satunya dibagikan Instagram @fakta.indo pada Senin (9/10/2023).

Terlihat dalam unggahan foto di Instagram tersebut, pedagang Tanah Abang membuat sebuah tulisan berisi tuntutan seperti berikut.

“Tolong hapuskan Tiktok Shop, Lazada, Shopee. Tolong kami Pak,” tulisan yang dipasang oleh para pedagang tersebut.

Baca Juga: Dibilang Ngelunjak, Pedagang Tanah Abang Minta Lazada dan Shopee Dihapus Setelah TikTok Shop Ditertibkan

Ada juga tulisan bernada tuntutan dan protes lainnya seperti berikut.

“Kembalikan Tanah Abang yang dulu pak,” pintanya.

Salah satu pedagang di Tanah Abang bernama Anton yang sudah berjualan sejak 2007 menuturkan alasan di balik tuntutan para pedagang tersebut.

Anton menjelaskan bahwa sejak adanya e-commerce, omzet para pedagang di Tanah Abang menurun drastis.

Baca Juga: Permohonan Pedagang Tanah Abang Agar Shopee dan Lazada Dihapus, Netizen: Makanya Kalo Jualan Jangan Nyekek

Hal itu lantaran barang yang mereka jual dengan yang dijual di e-commerce sama, hanya saja di e-commerce lebih murah dah praktis sehingga pembeli lebih memilih belanja online.

“Kualitas sama barang sama, tapi harga jauh beda, itu yang kita jauh bingung, kenapa dia bisa jatuhin. Kayak gini kita jual Rp 100 ribu, dionline bisa Rp 49 ribu, Rp 39 ribu, kalau kita beli bahan produksi kita sendiri, kita pikir-pikir sendiri nggak bisa nggak masuk harganya, kenapa di online itu bisa,” jelas Anton.

Alih-alih mendapat dukungan, sikap protes para pedagang di Tanah Abang justru mendapat komentar tajam dari warganet.

Baca Juga: Tom Liwafa Ajak Online Shop Bersatu Lawan Pedagang Tanah Abang yang Minta e-Commerce Ditutup

“Dikasih hati minta Lamborghini,” tulis @milleniaayuuani.

“Lah ngelunjak,” komentar @bro_pasta.

“Makin ngelunjak ke gini, kemungkinan besar orang makin males belanja di tanah abang bersaing secara sehat bisa ga siiiihhhh,” tulis @yishxrcss.

“Harusnya mereka buka toko jg di e-commerce, jangan protes terus. Pebisnis yg sukses itu pintar beradaptasi dan cari opportunity. Tolol jgn dipelihara terus,” komentar @yunusbahtiarr.***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Fathul Amanah