AYOJAKARTA.COM - Setelah video kekerasan yang dilakukan seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kepada rekannya viral di media sosial X, Rabu 27 September 2023, kini muncul video kekerasan lainnya.
Parahnya video terbaru tersebut diduga berasal dari lokasi yang sama di SMPN 2 Cimanggu, Cilacap. Bahkan beberapa siswa ada di video pertama, terekam juga di video kedua.
Dugaan video berasal dari lokasi yang sama dikuatkan dengan lokasi tempat terjadinya kekerasan yaitu sebuah lapangan.
Baca Juga: PESIMIS! Eks Politisi Nasdem Beberkan Kemungkinan Anies Baswedan-Cak Imin Mundur Pilpres 2024?
Jika dibandingkan dan diperhatikan secara seksama, lokasi terjadinya kekerasan itu identik.
Video kekerasan kedua tersebut diunggah oleh akun @stroberikook, dengan keterangan
"Belum juga kasus bullying yang rame tadi reda, ini udah ada lagi kejadian di tempat yang sama. Kayaknya beda hari aja atau gimana masih kurang tau. Bener2 tingkah anak sekarang ngeri ngeri. Cilacap bullying pelaku penjara bocah"
Kondisi Korban, Dada Sesak dan Perut Sakit
Informasi terbaru dari tindakan kekerasan di video pertama, keluarga korban yang diwakili kakanya, Cici, menuntut keadilan. Dia berharap pelaku dihukum maksimal atas perbuatannya.
"Saya berharap agar keadilan ditegakkan seadil-adilnya. Kejadian ini sangat brutal, terutama karena melibatkan anak-anak sekelas di SMP. Saya berharap pelaku diberikan hukuman yang setimpal, seperti dipenjara, agar ada efek jera bagi pelaku perundungan ini," kata Cici, dikutip dari suara.com, Kamis 28 September 2023.
Dia mengatakan bahwa kondisi adiknya masih merasakan sakit akibat tindakan pelaku. Beberapa bagian tubuhnya mengalami memar dan benjol akibat dianiaya pelaku.
"Luka di pipi kiri dan pelipisnya bengkak. Bahunya memar, perutnya terasa sakit, dan dadanya sesak," rinci Cici.
Kasus ini saat ini sedang ditangani oleh Polresta Cilacap. Pihak kepolisian telah menangkap pelaku dan menetapkannya sebagai tersangka.
Pemerhati anak dari Universitas Jenderal Soedirman, Dr Tri Wuryaningsih, menjelaskan bahwa perilaku pelaku perundungan di SMP Negeri 2 Cilacap berakar dari budaya patriarki yang berjalan di Indonesia. Budaya patriarki adalah budaya yang menempatkan laki-laki sebagai sosok yang kuat, perkasa, dan tidak cengeng.
Dalam budaya patriarki, laki-laki dituntut untuk tampil berani dan tangguh. Mereka tidak boleh menunjukkan sikap lemah atau cengeng. Hal ini dapat mendorong laki-laki untuk melakukan kekerasan, termasuk perundungan, sebagai cara untuk menunjukkan kekuatan dan keberaniannya.
Selain itu, pelaku perundungan juga sering kali didorong oleh haus akan pengakuan diri. Mereka ingin diakui sebagai sosok yang ditakuti oleh orang lain. Oleh karena itu, mereka tidak segan-segan untuk memukul atau mengintimidasi orang lain.
Pencegahan perundungan
Untuk mencegah perundungan, perlu dilakukan upaya untuk mengubah budaya patriarki yang ada di Indonesia.
Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan edukasi kepada anak-anak dan remaja tentang pentingnya kesetaraan gender. Anak-anak dan remaja perlu diajarkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama.
Selain itu, perlu juga dilakukan upaya untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja.
Orang tua dan guru perlu lebih aktif dalam memantau aktivitas anak-anak dan remajanya. Jika melihat ada tanda-tanda perundungan, perlu segera dilakukan tindakan untuk mencegahnya.
Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah perundungan:
- Ajarkan anak-anak dan remaja tentang pentingnya saling menghormati dan menghargai.
- Berikan contoh perilaku yang positif kepada anak-anak dan remaja.
- Awasi aktivitas anak-anak dan remaja.
- Laporkan perundungan kepada pihak yang berwenang.***