AYOJAKARTA.COM - Viral di media sosial diduga anak ketua DPRD Ambon lakukan penganiayaan hingga tewas.
Berita ini pun sempat viral di media sosial Twitter yang diunggah oleh akun @mindaart pada 31 Juli 2023.
Dalam cuitannya tersebut tertulis narasi bahwa anak dari ketua DPRD tega melakukan penganiayaan hingga tewas karena tidak ditegur.
Baca Juga: Terbaru! Begini Cara Buat Video Bulat WhatsApp, Ternyata Gampang Banget
"Innalillahi ... !
Anak Ketua DPRD Ambon Aniaya Remaja (15 thn) Pukuli Kepalanya Hingga Meninggal Hanya Karna Tidak Ditegur Bang Jago?
Mentang² anak Pejabat, boleh Sesuka Hati Mukulin Anak Pelajar sampe tewas?," tulisnya dengan menggunggah video seperti dikutip ayojakarta.com pada Selasa 1 Agustus 2023.
Diketahui bahwa pelaku terduga yang melakukan penganiayaan Abdi Toisuta alias AT (25) merupakan warga Talake dan anak dari ketua DPRD Kota Ambon
Korban penganiayaan bernama berinisial RRS (15) merupakan warga Ponegoro Ambon.
RRS akhirnya meninggal dunia di depan asrama Polri Talake, Kota Ambon pada 30 Juli 2023 pukul 21.30 WIT.
Kapolda Maluku Irjen Pol. Lotharia Latif diketahui meminta kasus ini segera diproses hukum.
"Saya sudah perintahkan Kapolresta Ambon untuk proses hukum pelaku sesuai prosedur hukum yang berlaku. Tidak ada tebang pilih dalam penegakan hukum karena semua sama di depan hukum," ujarnya dikutip dari Republika.
Pelaku Abdi Toisuta sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di rumah tahanan Polresta Ambon," pungkasnya.
Baca Juga: Syarat dan Cara Dapat Uang Revenue Iklan dari Twitter X, Bisa Dapat Transferan Reguler $50
Kronologi
Pelaku Abdi Toisuta diketahui memukuli korban sebanyak 3 kali, tindakan penganiayaan tersebut dilakukan di Tanah Lapang Kecil (Talake), Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, tepatnya di depan rumah Bripka Alamsyah Bakker di kawasan Asrama Polri Talake.
Hal ini bermula dari korban RRS (15) dan saksi MFS (16) ingin mengembalikan jaket ke rumah saurdara mereka yang berada di Talake.
Ketika memasuki lorong Masjid Talake, korban yang mengendarai sepeda motor hampir saja menyenggol pelaku yang berada di lokasi.
Saksi MFS pun sempat melihat terduga pelaku mengejar motor mereka dari belakang.
Sesampainya di rumah saudara, korban yang masih menggunakan helm pun dipukul oleh pelaku yang masih duduk di motor sedangkan saksi sudah turun dari motor.
Baca Juga: Fitur BI Fast BCA Gangguan! Ini Solusi Transfer dari BCA ke Bank Lain
Pelaku AT dengan bahasa Ambon mengatakan bahwa "Kalo maso (kalau masuk) orang kompleks itu kasih suara abang-abang dong".
Kemudian kembali memukul kepala korban, korban pun berbicara bahwa ia mengendarai motor dalam kendaraan pelan.
Usai menjelaskan hal tersebut, pukulan ketiga pun kembali diberikan oleh pelaku dan membuat korban tak sadarkan diri.
Korban pun tertunduk diatas sepeda motor dan tak sadarkan diri hingga akhirnya dinyatakan tewas.***