Viral

Awas Saldo Rekening Raib! Modus Baru Kejahatan Phising Kirim Voice Note Melalui Pesan WhatsApp

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Sabtu 22 Jul 2023, 10:05 WIB
Namun kini muncul file berbentuk voice note atau rekaman suara yang ternyata merupakan salah satu modus kejahatan phising terbaru.

AYOJAKARTA.COM - Aksi kejahatan belakangan ini semakin marak dan meresahkan dikalangan masyarakat.

Jika dahulu modus gendam dan hipnotis sangat ditakuti, kini yang terbaru para pelaku penipuan dengan mengirimkan file via aplikasi perpesanan WhatsApp atau yang disebut dengan phising.

Perilaku phising yang telah banyak dilakukan adalah dengan mengirimkan foto paket dan undangan pernikahan.

Namun kini muncul file berbentuk voice note atau rekaman suara yang ternyata merupakan salah satu modus kejahatan phising terbaru.

Dikutip dari laman djkn.kemenkeu.go.id pada Sabtu, 21 Juli 2023, kejahatan phising merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan.

Data yang menjadi sasaran phising adalah data pribadi (nama, usia, alamat), data akun (username dan password), dan data finansial (informasi kartu kredit, rekening).

Baca Juga: Terkuak Modus Pelaku Jual Ginjal Jaringan Internasional di Bekasi, Ada Grup FB hingga Family Gathering

Dengan kata lain jika file tersebut dibuka salah satu hal yang dimungkinkan terjadi adalah saldo dalam rekening hilang.

Dikutip AyoJakarta.com dari Instagram kepoin_trending pada Sabtu, 21 Juli 2023, terlihat salah satu tangkapan layar chat saat pelaku melakukan kejahatan phising tersebut.

"Selamat pagi kak, saya ingin dropship dengan sistem cashless. Sebelum lanjut mohon berikan nomor dari voice note dibawah ini," tulis salah satu chat WhatsApp untuk modus penipuan phising.

Korban kejahatan phising ini semakin masif saat ini, bahkan dari data OJK sebanyak 2.456 orang telah menyampaikan pengaduan khusus.

Baca Juga: Waspada! Modus Penipuan Terbaru Mengatasnamakan Bank Indonesia, Warganet: Ya Aku Juga Jadi Korban

Unggahan tersebut pun menuai berbagai respon dari warganet, beberapa diantaranya memberikan pengalamannya bahwa Ia baru saja terkena modus kejahatan tersebut.

"Dan saya baru kena modus ini beberapa minggu lalu," tulis akun @devizale.

"Teknologi makin canggih, otak makin pinter tapi sayang malah digunakan buat jadi penipu maling," tulis akun @itavitaaa.

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Aris Abdulsalam