AYOJAKARTA.COM - Ernie Meike Torondek, istri mantan pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rafael Alun Trisambodo tampak terlihat bungkam usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi pada Selasa, 4 Juli 2023.
Pasalnya, setelah Ernie keluar dari gedung KPK, ia tampak menutupi wajahnya dengan tas buku di tangannya di depan awak media.
Sementara itu, Ernie mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam ketika memenuhi panggilan KPK. Ia juga datang bersama perempuan berpakaian serba hitam.
Kemudian Ibu dari Mario Dandy Satriyo ini enggan untuk menjawab pertanyaan awak media mengenai pemeriksaan KPK, penetapan Mario Dandy sebagai tersangka pencabulan, dan rumah yang diduga masih digunakan setelah disita KPK.
Selain istri Rafael, ada sejumlah saksi lain yang diperiksa KPK yang merupakan pihak swasta lainnya, yakni Anak Agung Ngurah Mahendra, Happy Hermawati, Shielfy, dan Aulia Bismar.
Disamping itu, pihak lembaga antirasuah ini belum memberikan keterangan lebih lanjut soal materi apa saja yang didalami lewat pemeriksaan para saksi yang terkait kasus RAT.
Sebagai tambahan, Rafael diketahui ketika menjabat Kepala Bidang Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan Pajak pada Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jawa Timur I 2011, ia diduga telah menerima gratifikasi dari beberapa wajib pajak atas berbagai temuan pemeriksaannya.
KPK juga telah menetapkan Rafael sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi dan TPPU.
Baca Juga: Harta Rafael Alun Terus Diselidiki, Terkini KPK Kejar Aset Kekayaaan di Manado, 13 Saksi Diperiksa
Selanjutnya, Rafael juga diduga memiliki beberapa perusahaan, di antaranya PT Artha Mega Ekadhana (AME) yang bergerak dalam bidang jasa konsultasi terkait dengan pembukuan dan perpajakan.
Dalam proses penyidikannya, KPK juga mengungkapkan bahwa ayah Mario ini telah menerima aliran uang sebesar 90.000 Dollar Amerika Serikat melalui PT AME.
Tak hanya itu saja, KPK juga turut menyita sejumlah aset Rafael berupa safe deposit box (SDB) berisi uang sejumlah sekitar Rp32,2 miliar yang tersimpan dalam di salah satu bank plat merah dalam bentuk pecahan mata uang Dolar AS,Singapura, dan Euro.