Viral

Memuji Ganjar Pranowo, Butet Kertaredjasa Sindir Keras Bacapres Lain: Diteropong KPK Tapi Koar-Koar Dijegal

Oleh: Linda Wati Minggu 25 Jun 2023, 16:16 WIB
Butet Kertaredjasa

AYOJAKARTA.COM -- Viral sebuah pantun dari seorang budayawan Bambang Ekoloyo Butet Kertaredjasa dalam acara peringatan puncak Bulan Bung Karno (BBK) yang dugelar d Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu, 24 Juni 2023 kemarin.

Pantun Butet Kertaredjasa disoroti oleh warganet karena disebut berisikan soal sindiran kepada calon Presiden (capres) selain Ganjar Pranowo.

Dengan suara lantang, Butet Kertaredjasa membacakan pantunnya di hadapan puluhan ribu kader PDI P, dalam acara peringatan Bulan Bung Karno.

Baca Juga: Soal Mimpi SBY, Ahmad Basarah PDIP Sebut Ganjar Prabowo Jadi Presiden RI

Video potongan pantun dari budayawan tersebut di GBK pun telah beredar di sosial media.

Seperti yang dilansir dari akun Twitter @ArieMutyatara pada Minggu, 25 Juni 2023, dalam isi pantun tersebut Butet menyampaikan soal persaingan.

Meski belum diketahui secara pasti pantun ini ditujukan kepada siapa, namun warganet menduga bahwa pantun bombastis dari Butet ini diduga ditujukan untuk Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

“Butet ini budayawan s*mpah.

Isi monolog’y penuh kebencian kpd Pa Anies & Pa Prabowo,” tulis Twitter @ArieMutyatara.

Baca Juga: Mantan Pengurus PDIP Jadi Ketua Koordinator Pemenangan Anies Baswedan di Aceh

“Di sini semangat meneruskan, di sana maunya perubahan. Oh begitulah sebuah persaingan.” ucapnya.

“Di sini nyebutnya banjir, di sana nyebutnya air yang markir. Ya, begitulah kalau otaknya pandir.” lanjutnya.

Budayawan tersebut juga menyindir bacapres lain yang berkoar-koar dijegal, sedangkan mendapat pantauan dari KPK.

“Pepes ikan dengan sambel terong, semakin nikmat tambah daging empal. Orangnya diteropong KPK karena nyolong, eh lha, kok koar-koar mau dijegal.” kata Butet.

Baca Juga: Ada Isu Kontrak Politik PDIP Akan Tentukan Kabinet Jika Ganjar Pranowo Menang Pilpres, Benarkah?

Pria kelahiran 1961 juga turut memberikan pujian kepada Ganjar Pranowo dalam penggalan pantun yang dibacakannya.

“Jagoan Pak Jokowi rambutnya putih, gigih bekerja sampai jungkir balik. Hati seluruh rakyat Indonesia pasti akan sedih jika kelak ada presiden hobinya kok menculik.” katanya.

Lebih lanjut, Butet juga memberikan sindiran kepada calon pemimpin lain yang disebut modal transaksional.

“Cucu komodo mengkeret jadi kadal, tak lezat digulai biarpun pakai santan. Kalau pemimpin modalnya cuman transaksional, dijamin bukan tauladan kelas negarawan.” katanya.***(Linda Wati)

Reporter Linda Wati
Editor Wahyu Vitaarum