AYOJAKARTA.COM — Sebuah video yang menampilkan anggota Timnas Argentina, Lionel Messi diduga terjebak di imigrasi di Bandara Beijing, China viral di media sosial.
Dalam video yang beredar tersebut, terlihat Lionel Messi sudah hadir di Bandara Beijing, China pada Sabtu, 10 Juni 2023 kemarin.
Lionel Messi diketahui datang ke China menggunakan jet pribadi dengan para pemain Timnas Argentina lainnya.
Dalam video, nampak Messi yang mengenakan kemeja jeans dan kaos putih itu didatangi oleh petugas imigrasi saat berada di loket imigrasi Bandara Beijing, China.
Lionel Messi dan para pemain juga nampak memegang paspor mereka dan seperti ditahan oleh para petugas.
Netizen melalui akun Instagram @mimi.julid yang mengunggah video tersebut, menduga ada masalah antara Messi dan para pemain Argentina lain dengan para petugas imigrasi.
“Earlier today at the Beijing airport, Leo Messi faced some issues with his passport,” tulis akun tersebut.
Namun setelah beberapa lama tertahan di Imigrasi Bandara, Messi kini diketahui sudah dapat melanjutkan perjalanannya lagi.
Baca Juga: 5 Fakta tentang Inter Miami, Klub yang Akan Dibela Lionel Messi
Diikuti oleh para pemain timnas Argentina lainnya keluar bandara dengan mendapat pengawalan menuju ke busnya untuk dibawa ke tempat penginapan atau hotel mereka.
Rupanya, rumor terkait paspor itulah yang membuat isu bahwa Messi tidak bisa datang ke Indonesia saat pertandingan FIFA MATchday melawan Timnas Indonesia pada 19 Juni mendatang.
Hal itu pun membuat gaduh rakyat Indonesia yang merasa kecewa tidak dapat melihat pertandingan antara Messi beserta timnas mereka yang melawan Timnas Indonesia.
Diketahui bahwa kedatangannya ke China adalah dalam rangka FIFA Matchday antara Timnas Argentina melawan Timnas Australia.
Pertandingan Argentina vs Australia tersebut akan digelar pada Kamis, 15 Juni 2023 mendatang.
Namun rupanya selain kabar batalnya Messi ke Indonesia, Messi pun dikabarkan hanya bermain satu putaran pertandingan saja.
Setelahnya, Messi dikabarkan juga tak akan melanjutkan perjalanannya di Indonesia.
Namun banyak masyarakat yang berharap bahwa hal itu hanyalah rumor belaka.***