Viral

Peneliti BRIN Andi Pangerang Hasanuddin Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Ternyata Sempat Dimarahi Ibundanya

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Kamis 27 Apr 2023, 19:18 WIB
Sosok Andi Pangerang Hasanuddin yang mengancam warga Muhammadiyah melalui akunnya AP Hasanuddin

AYOJAKARTA.COM - Gaduh peneliti BRIN bernama Andi Pangerang Hasanuddin yang melakukan pengancaman pembunuhan kepada warga Muhammadiyah melalui media sosial berakhir pelaporan polisi.

Pelaporan polisi tersebut dilakukan oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ke Bareskrim Polri, Jakarta pada Selasa (25/4/2023).

Selain itu, beberapa pengurus Muhammadiyah yang berada di daerah juga melakukan hal yang sama.

Termasuk yang dilakukan di Polres Jombang tempat domisili Andi Pangerang Hasanuddin.

Baca Juga: Kata Ustaz Abdul Somad Zikir Pagi hingga Malam Bisa Ditolak Allah SWT, Tapi Amalan Baik Ini Pasti Diterima

Dikutip AyoJakarta.com dari suara.com dengan judul Fakta Baru Peneliti BRIN AP Hasanuddin Usai Diperiksa Polisi, Ibunya Ternyata Warga Muhammadiyah pada Rabu (27/4/2023), pelaporan yang dilakukan tersebut terkait dugaan tindak pidana fitnah, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

Setelah pelaporan tersebut diproses, Andi Pangerang Hasanuddin kemudian datang memenuhi panggilan pihak kepolisian guna dilakukan pemeriksaan.

Berdasarkan hasil keterangannya, sejumlah fakta akhirnya terbuka salah satunya adalah terkait status Ibu Andi Pangerang Hasanuddin yang ternyata merupakan salah satu pengikut Muhammadiyah.

Hal tersebut disampaikan oleh Aldo Febrianto saat memberikan keterangan kepada awak media.

Baca Juga: Terungkap Fakta Ibu Kandung Peneliti BRIN AP Hasanuddin Ternyata Warga Muhammadiyah

Selain itu, disampaikan pula bahwa yang bersangkutan sempat dimarahi oleh sang ibu dan kini telah menyesali perbuatannya.

"Ibunya juga seorang Muhammadiyah ternyata, tadi dia (Andi) sempat dimarahin ibunya juga," kata Aldo Febrianto.

Hingga saat ini, masih dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

Sementara itu, status Andi Pangerang Hasanuddin masih sebagai saksi.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Fathul Amanah