AYOJAKARTA.COM - Sebuah komentar kasar yang mengandung ujaran kebencian dilontarkan salah atau oknum pegawai BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) kepada warga Muhammadiyah.
Komentar kasar oknum pegawai BRIN yang diketahui bernama Andi Pangerang Hasanuddin kepada warga Muhammadiyah disampaikannya di akun media sosial Facebook miliknya AP Hasanuddin saat berkomentar di akun Facebook lain Thomas Djamaludin.
Bahkan komentar kasar tersebut disertai dengan ancaman pembunuhan kepada warga Muhammadiyah yang akan dilakukan oleh Andi Pangerang Hasanuddin itu.
Diketahui bahwa alasan dibalik komentar kasar akun Andi Pangerang Hasanuddin tersebut karena adanya perbedaan pendapat mengenai Hisab Rukyat soal Idul Fitri 2023 kemarin.
Menanggapi komentar kasar tersebut, pemuda Muhammadiyah DI Yogyakarta memberikan reaksi keras dengan pernyataan persnya kepada Andi Pangerang Hasanuddin melalui beberapa poin sikap mereka.
Dilansir Ayojakarta.com pada akun Twitter milik Pemuda Muhammadiyah DI Yogyakarta @PemudaMuhDIY, Selasa (25/4/2023), berikut beberapa pernyataan sikap keras mereka kepada peneliti BRIN tersebut.
"Maka dengan ini, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY menyatakan sikap:
1. Pada suasana Idul Fitri yang damai, hendaknya semua warga negara menjaga perdamaian dan ketentraman dengan tidak membuat pernyataan provokatif," tulis akun tersebut.
PWPM DIY juga mengecam keras tindakan peneliti BRIN Andi Pangerang Hasanuddin yang dianggap akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Tindakan Andi juga dianggap telah masuk ke dalam kategori tindak pidana ITE yaitu menyebarkan ujaran kebencian sebagaimana diatur dalam pasal 28 ayat (2) Jo 45 ayat (2) UU ITE.
Selain itu PWPM DIY juga meminta Andi menyatakan permohonan maafnya secara resmi selama 1x24 jam.
"Mendesak akun Facebook atas nama AP Hasanuddin atau Andi Pangerang Hasanuddin (APH) untuk memberikan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka kepada Persyarikatan Muhammadiyah dalam waktu 1x24 jam sejak surat ini dirilis," lanjutnya.
Baca Juga: Gempa M 7,3 Guncang Kepulauan Mentawai Sumatera Barat, BMKG Sempat Rilis Peringatan Dini Tsunami
Tak hanya sampai disitu, PWPM DIY juga meminta MenPan RB dan Kepala BRIN untuk menindak tegas terhadap ASN yang berbicara tanpa ilmu dan bersikap premanisme.
Bahkan PWPM DIY juga meminta POLRI untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Dan meminta seluruh PWPM di seluruh Indonesia untuk melaporkan Andi Pangerang Hasanuddin ke Polda wilayah masing-masing.
Diketahui bahwa kemarahan PWPM DIY bermula dari komentar kasar peneliti BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin di sebuah akun Facebook milik Thomas Djamaludin pada 23 April 2023 lalu.
"Perlu saya HALALKAN GAK NIH DARAHNYA semua Muhammadiyah? Apalagi Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda kalender Islam Global dari Gema Pembebasan? BANYAK BACOT EMANG!!! SINI SAYA BUNUH KALIAN SATU-SATU," tulis Andi dalam komentar Facebooknya.
Komentar itulah yang akhirnya viral dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat terutama warga Muhammadiyah.***