AYOJAKARTA.COM - Pondok Pesantren Al Zaytun di Indramayu sedang menjadi sorotan setelah pelaksanaan salat Idul Fitri pada Minggu (23/4/2023) mengundang kontroversi.
Pasalnya Pondok Pesantren Al Zaytun menggelar salat Id berbeda dengan umumnya karena jemaah perempuan terlihat ditempatkan di barisan paling depan di antara jemaah laki-laki.
Unggahan foto salat Idul Fitri di Ponpes Al Zaytun oleh Instagram @kepanitiaanalzaytun menjadi viral di media sosial.
Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu KH Satori, Ponpes Al Zaytun terkesan eksklusif dan tertutup.
"Mereka sama muslim, tapi eksklusif dan tertutup. Kami ulama di Indramayu tidak memahami alur pemikiran mereka, tidak tahu apa mahzabnya", ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu, KH Satori dikutip AyoJakarta.com dari republika.co.id pada Senin (24/4/2023).
KH Satori juga menyatakan bahwa tidak mengerti tentang cara peribadatan yang dilakukan di Pondok Pesantren Al Zaytun.
Baca Juga: Viral Video Momen Haru Reporter Televisi dan Ibunya Dipertemukan Saat Live di Hari Raya Idul Fitri
Menurutnya, jemaah perempuan seharusnya tidak ditempatkan di barisan depan jemaah laki-laki dan saf salat berjemaah juga seharusnya lebih rapat.
"Mereka akan mempertanggungjawabkan sendiri di hadapan Tuhannya," ujar KH Satori.
Meski begitu, KH Satori tidak ingin menilai apakah Ponpes Al Zaytun benar atau salah atau bahkan sesat.
Sementara itu, Prof Abdussalam Rasyidi (AS) Panji Gumilang, pendiri Pondok Pesantren Al Zaytun yang menjadi penceramah dalam khotbah Idul Fitri tidak memberikan komentar tentang hal tersebut.
Artikel ini telah tayang di republika.co.id dengan judul Ponpes Al Zaytun, MUI Indramayu : Mereka Sama Muslim, tapi Eksklusif dan Tertutup.***