Viral

Viral Warga Keluhkan Salat Idul Fitri di Masjid Palembang yang Kesiangan Hanya Karena Nunggu Pejabat Telat

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Minggu 23 Apr 2023, 15:47 WIB
Warga Mengeluh Salat Idul Fitri di Masjid Palembang

AYOJAKARTA.COM - Kebahagiaan saat ini tengah menyelimuti seluruh warga Muslim karena merayakan Idul Fitri 1444 H.

Saat merayakan hari raya Idul Fitri 1444 H yang jatuh pada 22 April 2023 kemarin, seluruh umat Muslim yang merayakannya melaksanan Salat Ied.

Seluruh umat Muslim pasti akan antusias melaksanakan Salat Ied atau Salat Idul Fitri yang hanya bisa dilakukan saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha saja selama setahun.

Baca Juga: Viral Social Experiment Anak Tak Punya Uang Tapi Ingin Beli Baju Lebaran untuk Ibu, Bukti Masih Ada Orang Baik

Maka tak jarang para warga akan berusaha berangkat pagi-pagi sekali untuk berangkat melaksanakan Salat Ied di masjid terdekat atau di tempat yang menyediakan.

Biasanya Salat Ied akan dilakukan pada waktu pagi mulai dari jam 6-8.

Namun kebanyakan pelaksanaan dilakukan pada jam 7 maksimal setengah 8 pagi.

Baca Juga: VIRAL! Lebaran Pakai Kruk, Anak Ganjar Pranowo Disentil dari Gibran, Netizen Malah Salfok Sama Mukanya

Begitu juga yang dilakukan warga Palembang yang sangat antusias untuk melaksanakan Salat Idul Fitri dengan berangkat pagi-pagi sekali.

Namun rupanya pelaksanaan Salat Idul Fitri di masjid Agung Palembang tahun ini ada hang berbeda.

Biasa dilakukan tepat waktu, kali ini pelaksanaan Salat Idul Fitri di sana dikatakan mengalami keterlambatan hanya karena menunggu kedatangan para pejabat daerah Palembang yang ikut serta melaksanakan Salat Ied di sana.

Baca Juga: Trending Topic di Twitter! Kenapa Warna Sage Begitu Viral? Begini Kata Fashion Stylist

Sehingga banyak warga yang mengeluhkan keterlambatan yang terjadi tersebut, dan pelaksanaan Salat tidak sesuai dengan jadwal yang telah diterbitkan.

Keluhan tersebut disampaikan oleh seorang warga Palembang yang viral di media sosial.

Video tersebut diunggah kembali oleh akun Instagram @nenk_updatee seperti dilansir AyoJakarta.com, Minggu (24/4/2023).

Baca Juga: VIRAL Seorang Perempuan Nangis Histeris, Diduga Ditinggal Sang Pacar di Pelabuhan

"Agak kecewa sih, Salat Idul Fitri tahun ini di Masjid Agung Palembang, bukan karena jamaahnya, tapi ke Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dari gubernur, pemprov, walikota dan lain-lain. Kalian itu kenapa sih bisa datang telat, kan posisinya bisa otw jam 7 kurang dan malah kita salat jam lebih kurang jam 8. Ini kalian habis dari mana dulu?" ujar warga tersebut.

"Ini tahun 2023 yang baru pertama kali Salat Ied di Masjid Agung bisa selama ini (waktu menunggunya)," tambahnya.

Warga tersebut juga mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak mempermasalahkan kerjaannya, namun ia hanya berharap sosok pejabat yang juga merupakan public figure terutama bagi warga Palembang baiknya memberikan contoh.

Baca Juga: VIRAL Fenomena Gerhana Matahari Hibrida Terjadi 20 April 2023, Simak Tata Cara Salat Gerhana Matahari!

Sang pria itupun menyatakan rasa kasihannya kepada para warga yang telah antusias dan semangat datang pagi-pagi dari jam 6 untuk melaksanakan Salat Ied.

Namun harus menunggu hingga dua jam lamanya hanya karena pejabat yang datang terlambat.

Warga tersebut juga menyatakan ketidak respectnya terhadap Gubernur Palembang Hermanderu yang dikatakan tidak menyampaikan permohonan maaf usai datang terlambat saat Salah Ied.

Baca Juga: VIRAL Fenomena Gerhana Matahari Hibrida Terjadi 20 April 2023, Simak Tata Cara Salat Gerhana Matahari!

"Dan gua agak sedikit kurang respect pada Gubernur Palembang, Hermanderu, karena nggak ada minta maaf dengan warga Palembang yang datang telat,
Jadi kondisinya tolonglah, kalian itu bukan tinggal di Palembang sendirian, tapi kalian itu ada warga yang menunggu kalian buat Salat berjamaah," ujarnya lagi.

Kekecewaan tersebut bertambah karena kondisi Salat Ied tahun ini adalah yang pertama usai 3 tahun dilanda pandemi dan tidak dilaksanakan Salat Ied secara beramai-ramai.

Si warga tersebut juga meminta agar pesannya tersebut sampai ke telinga para pejabat Palembang khususnya sang Gubernur dan jajarannya.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Desi Kris