AYOJAKARTA.COM -- Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim sudah menghubungi Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo untuk menjamin keselamatan dan keamanan orang tua Bima Yudho Saputro, pemilik akun tiktok @awbimaxreborn.
Soal Ancaman Orangtua Bima, Wagub Lampung Jamin Keluarga TikToker @awbimaxreborn, Hotman Paris Pasang Badan
Sebelumnya diketahui, Bima sempat mengaku kalau orang tuanya mendapat ancaman dan intimidasi pemerintah daerah Lampung atas kritikannya tentang "Lampung nggak maju-maju".
Baca Juga: Siapa Gubernur Lampung Saat Ini? Profil Arinal Djunaidi yang Viral Disebut Anti Kritik oleh Warganet
"Wagub Lampung menelpon Bupati Lampung Timur untuk menjamin keamanan ortu Bima Yudho Saputro," kata akun @tukangrosok22 dalam cuitan videonya di twitter.
Dalam video tersebut, Chusnunia memerintahkan Bupati Lampung Timur untuk menjamin keselamatan keluarga Bima agar tidak merasa terancam.
"Halo pak bupati, aku mau ke Lampung Timur, tapi belum bisa sekarang. Titip keluarga Bima dikomunikasiin dibaikin. Intinya jangan merasa khawatir, ataupun terancam, kalau ada bahasa yang tidak pas, cukup kita benerin aja," kata Wagub Lampung.
Ia juga mengungkapkan bahwa siapapun boleh mengkritik Pemprov Lampung. Dan Pemprov juga siap menerima kritik tersebut.
"Hanya masalah sepele saja, yang lainnya jadi masukkan dan ga ada masalah. Pak bupati titip dan dibantu biar merasa aman," lanjut Wagub di Twitter @tukangrosok22.
Disamping itu, akun tersebut juga mengatakan kalau Hotman Paris siap bantu Bima terkait laporan yang sedang diproses polisi.
"Hotman Paris juga siap bantu tiktoker yg kritik Pemerintah Lampung, " jelasnya kemudian.
Pada kasus Bima ini Hotman mengatakan bahwa dirinya banyak di DM followersnya terkait masalah yang menimpa Bima.
Ia juga meminta Bima untuk mengirim pesan DM agar bisa menceritakan tentang apa saja permasalahan yang dihadapinya bersama Bupati Lampung tersebut.
Sebab ia siap membantu Bima terkait masalah viralnya tersebut. Karena bagi Hotman untuk bisa melawan orang lain hanya dengan prestasi karena hidup cuma satu kali.***(Cita Aryani. M)