AYOJAKARTA.COM - Sebuah video parodi meniru Ida Dayak, seorang praktisi alternatif yang dikenal karena kemampuannya dalam menyembuhkan berbagai penyakit dengan cara yang unik telah memicu kemarahan di kalangan netizen.
Pemilik akun TikTok @malaga.fams mengunggah video yang menampilkan dirinya menirukan Ida Dayak.
Ia berpakaian dan menari dengan cara yang sama saat melakukan proses penyembuhan seperti layaknya Ida Dayak.
Namun, tindakan itu mendapat banyak kritikan dari pengguna media sosial yang menganggap bahwa parodi tersebut sangat tidak etis dan menghina Ida Dayak.
Baca Juga: Kembali VIral! Pesulap Merah Bongkar Praktik Pengobatan Alternatif Ibu Ida Dayak yang Berbahaya
Padahal Ida Dayak dengan tulus telah membantu orang-orang yang sakit dan membutuhkan.
Selain menimbulkan kemarahan, banyak netizen yang mengingatkan kepada pemeran parodi akan bahaya kepuhunan dengan artian tidak mengindahkan suatu hal baik dan nantinya tertimpa musibah.
Warganet yang mengkritik video parodi ini juga menyarankan agar berhati-hati dan tidak gegabah dalam mengekspos budaya orang lain atau melakukan tindakan yang merendahkan harga diri mereka.
Beberapa juga mengingatkan tentang prinsip hukum karma, di mana tindakan yang buruk dapat menyebabkan akibat yang tidak menyenangkan atau bahkan berbahaya di kemudian hari.
Berikut reaksi netizen pada kolom komentar parodi TikTok @malaga.fams yang dikutip ayojakarta.com pada Senin (10/4/2023).
"hati2 kempunan mbake jangan sampe nyesal," ujar akun @dhievhiesta.
Ada juga yang megingatkan perihal tidurnya nyenyak atau tidak pasca memparodikan video Ida Dayak tersebut.
"NYENYAK TIDURNYA GA ?? SALAM DARIKALIMANTAN," ujar akun @khanza9unawan1.
"Semoga selamat ya mbak, ati2 kapupuhan," ungkap akun @Quotesmoe.
Baca Juga: Viral Pengobatan Alternatif Ida Dayak di Cilodong Membludak Dipadati Ratusan Warga
Meski demikian, Ida Dayak tetap menjadi sosok yang dihormati oleh banyak orang karena kemampuannya dalam menyembuhkan penyakit dan pengobatan yang unik.
Di era digital ini, semua orang harus memperhatikan adab dan etika dalam menggunakan media sosial agar tidak menimbulkan kontroversi yang tidak perlu.***