Viral

Kembali Viral Video Lawas Erick Thohir Buka-bukaan Soal Mudahnya Cari Duit di BUMN: Satu Direksi Rp 25 Miliar

Oleh: Linda Wati Kamis 06 Apr 2023, 14:34 WIB
Ketua Umum PSSI dan Menteri BUMN Erick Thohir

AYOJAKARTA.COM - Menteri BUMN, Erick Thohir memang tak pernah sepi dari pemberitaan.

Baru-baru ini muncul video lawas Erick Thohir yang mengungkapkan soal mudahnya mencari uang di lingkungan BUMN.

Video Erick Thohir yang blak-blakan soal mudahnya mencari uang di BUMN diunggah kembali oleh akun Instagram @kepoin_trending yang kemudian dikutip AyoJakarta.com, Kamis (6/4/2023).

Ia mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan uang panas dari BUMN itu banyak caranya.

Baca Juga: Erick Thohir Temui FIFA Bawa Proposal Garuda Emas Urus Misi Penting Soal Piala Dunia U-17? PSSI: Mudah-mudahan

Disebutkan bahwa dulu yang paling mudah adalah dengan memindah-mindahkan jabatan.

“Kalau saya mau cari uang di BUMN banyak, paling gampang apa di BUMN cari uang? mindah-mindahin jabatan itu setorannya banyak dulu,” kata Erick Thohir.

Menteri BUMN ini bahkan menyebut untuk setiap direksi dapat membayar sebanyak Rp 25 miliar.

“Loh dulu saya bilang, pernah dihargai satu direksi Rp 25 miliar, direksi yang gede, Direktur Utama,” katanya.

Baca Juga: Temui Presiden FIFA Lagi, Ini yang Erick Thohir Bawa untuk Harapan Sepak Bola Indonesia, Apa Itu?

Namun Ketua Umum PSSI ini mengatakan untuk memilih tidak terjebak dalam hal-hal jual beli jabatan.

“Kalau mau, terusnya apa konteksnya? kalau saya terjebak hal-hal jual beli jabatan, ya nggak mungkin saya bisa mergerin BUMN, bisa menangkap yang korupsi nggak mungkin saya pasti langsung goyang dong badannya. Ini yang kita angkat dia udah nyetor ke kita, gila aja, kan nggak mungkin lah,” kata Erick Thohir.

Baca Juga: Erick Thohir ke Eropa Untuk Lobi FIFA Bawa ‘Garuda Mendunia’, Kode Piala Dunia U-17 Dibawa ke Indonesia?

Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI tersebut juga menyinggung soal reputasi baik yang selama ini telah dibangun.

“yang selalu saya bilang, dua tahun jadi menteri reputasi saya selama ini masa saya mau hancurin,” ujarnya.

Menurutnya sebagai seorang politisi, menerima kritikan adalah sesuatu yang penting namun berbeda halnya dengan fitnah.

“Kalau yang namanya demokrasi ini penting sekali kritik, apa harus tapi kalau fitnah kan kelihatan nanti lama-lama, kalau kritik kita jawab,” ujarnya.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah