AYOJAKARTA.COM--Peristiwa memilukan sebuah mobil terseret arus sungai dan tenggelam saat banjir, menghebohkan media sosial.
Pasalnya dalam mobil tersebut diketahui ada 2 orang penumpang kakak adik, yang akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Melansir dari instagram @info.biasa, tampak dalam sebuah video memperlihatkan arus sungai yang cukup deras, ternyata sedang banjir. Dari informasi yang disematkan, sungai itu merupakan anak sungai kening di Desa Sidotentrem, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban.
Terlihat sebuah mobil berwarna hitam yang mengapung dan kemudian terseret menjauh hingga perlahan tenggelam. Mobil itu berjenis Datsun hitam L1091 ZC.
Terdengar teriakan dan permohonan maaf dari para warga yang hendak menolong, karena mereka akhirnya tak berdaya. Lantaran arus sungai sangat kuat dan deras, sehingga para penumpang mobil itu perlahan menghilang tak tertolong.
Para warga itu awalnya hendak mengecek banjir yang terjadi, namun justru menjumpai hal menyedihkan tersebut.
"Sepurane aku yo bos..sepurane aku ya, sepurane sing akeh, (Maafkan saya, banyak maafkan saya) "terdengar suara seorang pria yang diduga hendak melakukan pertolongan tapi gagal.
" Ya Allah Gusti, "terdengar suara lain menimpali.
Terdengar pula suara takbir tak henti, diduga adalah suara penumpang dalam mobil..
"Allahu Akbar..Allahu Akbar, " isak tangis sempat terdengar hingga kemudian hilang.
Diketahui penumpang dalam mobil tersebut merupakan kakak adik. Mereka adalah Alvi Nararya Hardian Sabastyar (28) dan Alfrio Anfasya Hardian Maula (21). Keduanya merupakan warga sebelah yakni Desa Sidokumpul, yang hendak kembali usai mengantar takjil ke saudara, namun justru terjebak banjir dan terseret.
Tim SAR gabungan dari BPBD Tuban, Tagana, TNI Polri dibantu relawan dan warga melakukan evakuasi. Hingga mereka berhasil menarik mobil yang tersangkut radius seratus meter dari lokasi kejadian.
Informasi dari Kapolsek Bangilan, Iptu Rukandar, jasad kedua korban akhirnya ditemukan masih berada di dalam mobil dengan jarak 100 meter dari lokasi dilaporkan warga.
Pihak keluarga menolak dilakuan otopsi dan menerima hal tersebut sebagai musibah. Sehingga kepolisian menyerahkan kedua korban kepada keluarganya untuk dimakamkan.