AYOJAKARTA.COM -- Gerhana Matahari Hibrid yang terjadi pada 20 April 2023/29 Ramadhan 1444 H akan menjadi peristiwa yang spektakuler dan memukau di seluruh wilayah Indonesia kecuali sebagian daerah di provinsi Aceh.
Gerhana Matahari ini akan dimulai dengan Gerhana Matahari Cincin (GMC) di Samudra Hindia sebelum mencapai Australia dan kemudian berganti dengan Gerhana Matahari Total (GMT) sebelum berakhir dengan Gerhana Matahari Cincin (GMC) di Samudra Pasifik di wilayah laut Mikronesia.
Menurut data, Gerhana Matahari Total (GMT) akan melewati beberapa wilayah di Indonesia seperti Maluku Barat Daya, Maluku Tengah, Papua, dan Papua Barat.
Sementara itu, wilayah lain seperti Sulawesi, Kalimantan, Jawa, dan Sumatra hanya akan dilintasi jalur Gerhana Matahari Sebagian (GMS) dengan obsukrasi antara 0.0136 hingga 99.0596.
Kontak Awal Gerhana di Indonesia akan dimulai antara jam 09:25:29 - 10:42:44 WIB dan Kontak Akhir Gerhana antara jam 10:53:39 - 13:30:42 WIB.
Melalui surat pengumuman fenomena gerhana matahari Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) menjelaskan bahwa gerhana matahari tersebut berjangka waktu paling lama tiga jam lebih.
"Durasi Gerhana di Indonesia diperkirakan antara 10 menit 55 detik hingga 3 jam 10 menit 32 detik," hal tertuang dalam surat edaran PERSIS.
Dalam hubungannya dengan kejadian Gerhana Matahari tersebut, Persatuan Islam dan kaum Muslimin di seluruh Indonesia disarankan untuk melaksanakan shalat gerhana pada waktunya untuk memperoleh keberkahan.
Untuk keseragaman pelaksanaan shalat gerhana, khususnya daerah Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan sekitarnya, diatur sebagai berikut:
Mulai Takbir pada pukul 09:35 WIB dan Salat Gerhana pada pukul 10:00 WIB.
Namun, untuk daerah lain, pelaksanaan shalat gerhana disesuaikan dengan waktu gerhana di daerahnya masing-masing.
Dengan memperhatikan data dan informasi di atas, diharapkan masyarakat Indonesia dapat menyaksikan dan merasakan keindahan Gerhana Matahari Hibrid serta melaksanakan shalat gerhana dengan benar dan tepat waktu.
Berikut ini adalah tata cara salat gerhana matahari yang dilakukan secara berjamaah:
1. Niat
Mulailah dengan niat untuk melaksanakan shalat gerhana matahari, Jika Anda menjadi imam, bacalah niat “Ushalli sunnatat gerhana matahari, dua rakaat, imaman lillahi ta’ala”.
Sedangkan jika Anda menjadi makmum, bacalah “Ushalli sunnatat gerhana matahari, dua rakaat, makmuman lillahi ta’ala”.
2. Takbiratul Ihram
Ucapkanlah takbiratul ihram (“Allahu Akbar”) untuk memulai shalat gerhana matahari.
3. Bacaan Iftitah
Setelah itu, bacalah bacaan iftitah, yaitu “Allohuakbar kabiro walhamdulillahi katsiro wa Subhanallah ibukota much nah ini wajah”.
4. Bacaan Surat Al-Fatihah dan Al-Quran
Bacalah Surat Al-Fatihah dan Al-Quran. Pada shalat gerhana matahari, Anda dapat membaca ayat Al-Quran yang lebih panjang dari biasanya.
Bacalah surah Al-Fatihah dan surah kedua dengan bacaan yang lebih pendek.
5. Ruku dan Iktidal
Lakukanlah ruku dengan mengucapkan “Subhanallah” tiga kali. Kemudian, berdirilah lagi dengan mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah”.
Setelah itu, lanjutkan dengan iktidal dan membaca doa “Rabbana lakal hamd”.
6. Sujud
Lakukanlah sujud dengan mengucapkan “Allahu Akbar”. Ketika sujud, bacalah doa “Subhanallah” tiga kali.
7. Bangkit Dari Sujud
Bangkitlah dari sujud dengan mengucapkan “Allahu Akbar”. Kemudian, kembali ke posisi duduk dan mengucapkan “Rabbighfirli”.
8. Sujud Kedua
Lakukanlah sujud kedua dengan mengucapkan “Allahu Akbar”. Ketika sujud, bacalah doa “Subhanallah” tiga kali.
9. Tahiyat Awal
Setelah selesai sujud kedua, bacalah tahiyat awal.
10. Salam
Berikanlah salam ke kanan dan ke kiri untuk mengakhiri sholat Gerhana Matahari.
Jangan lupa, jika hendak melaksanakan salat gerhana matahari, sebaiknya dilakukan secara berjamaah.
Selain itu, juga dianjurkan untuk membaca doa dan bersedekah.***(Muhammad Lazuardi Iman)